UGM Kembali Gelar Sosialisasi Pencegahan Bencana di Luhu

 SBB –Berita Demokrasi Maluku.Setelah usai memasang  alat pendeteksi banjir  disejumlah dusun di desa Luhu yakni  dusun Nasiri,Telaga,Kambelo,Mange-Mange,Amaholu,Hatawano, Lirang dan dusun Limboro,   Tiga orang Staf  UGM  kemudian menggelar  sosialisasi penggunaan alat tersebut. kepada para pimpinan dari delapan dusun tersebut  dan juga kepada  tim siaga bencana  yang kegiatannya   dipusatkan   SD Inpres Nasiri , desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten  SBB.

Hadir dalam acara tersebut,  Kepala Badan Pengangulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten  SBB, Drs Zulkifly.Souissa, tiga  staf  pengajar UGM Yogya,  para kepala dusun  serta tim siaga bencana.

Saat menyampaikan sambutannya, Kepala Badan Pengangulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten SBB, Drs Zulkifly Souissa menyatakan,  bahwa daerah   SBB sangat retan dengan kejadian bencana  seperti, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung dan abrasi pantai  yang sangat mengancam kehidupan warga.

Ditambahkan oleh Soulissa kehadiran Universitas Gajah Mada (UGM), yang merupakan Universitas tertua di  Indonesia   yang  memiliki segudang  ilmu pengetahuan telah mengedukasi masyarakat Huamual tentang kebencanaan  sehingga diharapkan kedepan, ilmu yang  telah diberikan  bisa bermanfaat  sehingga dapat mengurangi  resiko  saat terjadi bencana.

Soulissa mengharapkan, ilmu yang diajarkan olah UGM lewat pelatihan masyarakat  beberapa waktu lalu,  baik soal kebencanan maupun pemberdayaan masyarakat, yakni bagaimana bercocok tanam  yang baik, agar dapat   terhindar dari bahaya banjir dan longsor  sehingga dapat  terhindar  dari  kerugian material dapat diterapkan oleh masyarakat

Sementara staf pengajat UGM,   Ir Adam Pamudji menyampaikan  bahwa, radio komunitas di Dusun Nasiri  sudah bisa dioperasikan,  hanya saja jangkauan siarannya  belum sampai ke dusun- dusun tetangga  sehinga harus dibenahi lagi  supaya  siarannya bisa menjangkau dusun- dusun lainya juga  “Saya kira radio komunitas ini banyak manfatnya  seperti menyiarkan peristiwa banjir  dll, apalagi Kita sudah pasang alat deteksi banjir di dusun Nasiri sudah tentu warga  di Dusun tetangga juga bisa lebih siaga dan mengantisipasi banjir sebagai peringatan dini” ujar Pamuji menjelaskan.

Dalam pelatihan tersebut,  para peserta mendapat  tiga  materi pelatihan yang masing –masing,

Pengalaman Pembeerdayaan Masyarakat Dalam Mitigasi Bencana Cuaca dan Hujan Ekstrim  oleh  Prof Joko Sudjono , Penanaman Pohon dan Pengendalian Lahan Rawan Longsor, oleh  Dr Ir Ambar Kusumandari dan Aspek Transportasi dan Pentingnya Jalan Antar Dusun  serta Pembuatan Konblok  oleh Ir Adam Pamudji Raharjo.

Secara terpisah, Kades Luhu yang ditemui di sela sela kegiatan menyatakan  bahwa,  kehadiran UGM  di Kecamatan Huamual  sangat diapresiasi   karena UGM dengan sejumlah program yang dikembangkan  dipetuanan Desa Luhu sangat menyentuh langsung dengan kepentingan mayarakat “Kami sangat mendukung  karena masyarakat Kami mendapat ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan  untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat “ ungkas   Kaliki ( Aswad Ismail )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *