Tolak Disebut Berniat Korupsi,Kadishut Nyatakan Terlibat Karena Konsekuensi

Pledoi  Korupsi  Dana Reboisasi  Bursel

Ambon,Berita.Demokrasi Maluku-Sejumlah pertimbangan  disampaikan oleh mantan Kadishut Bursel, Muhamad Tuasamu, terdakwa kasus proyek tanaman reboisasi dan pengayaan di kabupaten Buru Selatan , terhadap  tuntutan yang disampaikan  oleh Jaksa Penuntut Umum dalam nota  pembelaanya.
Pada sidang sebelumnya, Tuasamu bersama kedua Stafnya  dikenakan tuntunan   6 tahun penjara dan  subsidier tiga (3) tahun dengan uang pengganti sebesar Rp. 20 juta, karena melanggar Undang Undang Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi  pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 UU Tipikor pasal 55 ayat 1.
Lewat   nota pembelaannya  yang disampaikan   oleh kuasa hukumnya, Benny Tasidjwa SH   pada  sidang yang digelar  di PN Ambon,  Selasa (25/4)  disampaikan berbagai keberatan yakni,   jika terdakwa dinyatakan bersalah maka  kesalahannya adalah yang mana,  selain itu juga disoroti   pola pengawasan, terhadap proyek ini.
Dalam nota  tersebut  juga disampaikan  bahwa,  terdakwa tidak berniat untuk  melakukan tindak pidana korupsi,  tetapi karena   pekerjaan yang dilakukan olehnya  adalah  konsekuensi  sebagai  kepala dinas yang harus melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya, karena  itu  pelaksanaan pembayaran, serta pembuatan dokumen-dokumen  lainnya  tidak dapat dibebankan kepada terdakwa.
Dalam materi Pledoi itu  juga disoroti,  pasal 2 ayat 1, pasal 18 UU Tipikor, dimana kata “setiap orang”  pada pasal tersebut  tepat   jika  dikaitkan  kepada terdakwa, “tetapi kata “setiap orang” pada pasal 3  Undang- Undang tersebut lebih tepat  jika dikualifikasikan  kepada  terdakwa,” baca   Tasidjawa
Selain itu Kuasa Hukum  terdakwa  juga, meminta pertimbangan keringanan hukuman  , bedasarkan  berbagai pertimbangan yakni, terdakwa sopan dalam mangikuti persidangan, terdakwa memiliki  tanggungan anak dan istri, terdakwa telah berjasa  dan mengabdikan diri selama 25 tahun di Pemkab Bursel tanpa tanda jasa, serta terdakwa tidak memiliki masalah pidana atau cacat hukum .
Sebelumnya,  Dalam sidang  yang digelar  Jumat  (7/4) di PN Ambon,   terdakwa Muhamad  Tuasamu  bersama 2 Orang stafnya  menerima ganjaran vonis  6 tahun penjara,  karena terbukti merugikan  negara  dengan mengemplang   dana  Proyek Reboisasi di Kabupaten  yang berjuluk Lolik Lalen  Fedak Fena.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Proyek di tahun 2012 itu, bernilai Rp 2,6 M dikerjakan oleh kontraktor yang bernama Oyang, dengan bendera CV Agoeng milik M Rahmat Saulatu alias Memet.
Ternyata  pada saat mengerjakan  proyek  tersebut  ada spekulasi dalam penyediaan  bibit tanaman, sehingga, BPK Provinsi Maluku menemukan kerugian negara sebesar Rp 1,4 M..(D-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *