Tingkat Ketuntasan SLTA Se Maluku Meningkat

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Tingkat ketuntasan  siswa/siswi SMA/SMK  di Maluku untuk tahun anggaran 2016/2017 secara umum mengalami peningkatan sekalipun ada beberapa kabupaten yang mengalami penurunan, demikian Ketua Panitia Ujian Nasional (UN)  SMA/SMK  tahun ajaran 2016/2017 J. Kesaulja, S.sos,Msi kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya usai melakukan penyerahan hasil UN tahun 2016/2017 kepada Ketua MKKS, K3S dan sejumlah Kepala Sekolah bertempat di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Senin (1/5/2017) sore.

Menurutnya,  tahun ini terjadi peningkatan peringkat ketuntasan  secara nasional yakni dari tahun sebelumnya peringkat 29 menjadi peringkat 28 dengan presentase sebesar 0,34% untuk SMK, dimana pada   tahun ajaran 2015/2016 presentase ketuntasan  sebesar 55.66% sedangkan untuk tahun 2016/2017 sebesar 56,09%.

Selanjutnya dia katakan, untuk SMA Program IPA terjadi peningkatan sebesar 3,55% dimana pada tahun anggaran 2015/2016 presentase ketuntasan sebesar 46,31% sedangkan tahun anggaran 2016/2017 ketuntasan sebesar 49,86%. Untuk program IPS terjadi peningkatan sebesar 2,7% yakni pada tahun ajaran 2015/2016  presentase sebesar 46,31%  dan pada tahun 2016/2017 naik menjadi 49.01%, rincinya.

Ketuntasan seorang siswa ditunjukkan dengan nilai yang diperoleh diatas 5,5

Lebih lanjut Kesaulja katakan, dari jumlah siswa SMK  se Maluku sebanyak 4.913 jumlah siswa yang tuntas 2.800 sedangkan yang tidak tuntas sebanyak 2.113. Untuk SMA Program IPA total siswa sebanyak  10.766,  yang tuntas sebanyak 5.400 dan tidak tuntas sebanyak 5.366 sedangkan untuk program IPS   total siswa sebanyak 9.104  tuntas sebanyak 5.000 dan tidak tuntas sebanyak 4.104 siswa.

Ketidak tuntasan siswa setelah dievaluasi oleh Kementrian Pendidikan nasional ada beberapa faktor namun faktor utama terletak pada kuantitas maupun kualitas guru. Untuk di Maluku masih terdapat kekurangan guru mata pelajaran ataupun keahlian untuk SMK selain itu   tingkat kompetensi guru di Maluku juga masih rendah secara nasional, jadi kedepan akan ada upaya perbaikan, kata Kesaulja. Terkait lulus tidaknya seorang siswa tergantung sekolah masing-masing, katanya (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *