Temmar ! Beta Anak Maluku

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Pemimpin Harus Pakai Istilah Santun

Mantan Bupati Maluku Tenggara Barat 2 (dua) periode berturut-turut 2007-2012 dan 2012-2017 mengatakan bahwa dirinya adalah anak Maluku  bukan ayam jantan atau ayam liar seperti istilah yang digunakan oleh Gubernur Maluku atas dirinya sebagai bakal calon gubernur dan juga bagi bakal calon yang lain,  dimana Assagaf menyebut   dirinya ayam jago dan bakal calon lain adalah ayam liar,  lewat pemberitaan beberapa  media baik online maupun cetak.

Ini pernyataan seperti apa, kalau seorang pemimpin mengeluarkan pernyataan haruslah pernyataan yang  tak menimbulkan polemik di masyarakat. “Kalau saya tak mau pakai istilah ayam, tapi  istilah Anak Maluku, Yach beta anak Maluku,”. Sebagai pemimpin kita harusl;ah santun, karena dari pernyataan kita akan tercermin pemimpin seperti apa kita, kata Temmar.

Lebih jauh Temmar mengatakan, kalau mau saling adu yach, kita bertanding secara sehat, yang maju saat ini adalah orang yang sedang memimpin dan pernah memimpin.

Sebagai pemimpin, patutlah kita saling menghargai,bukannya mau membuat per-nyataan-pernyataan yang  dapat menimbul-kan penafsiran-penafsiran negatif di masya-rakat.

n ini.

Terkait rekomendasi, saya yakin bakal memperoleh rekomendasi, kalau tak optimis untuk apa mendaftar, kalau mendaftar kemudian tak berharap mendapat rekomen-dasi,  maka sebaiknya tak usah mendaftar, kata dia pula.

Lebih lanjut Bito katakan, saya rasa pengalaman saya  menjadi bupati dan membangun MTB selama 10 tahun, menandakan bahwa saya punya peluang besar untuk memperoleh rekomendasi partai-partai, kata dia pula. (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *