Soal Kekalahan PDI-Perjuangan di MTB

Aneh !!!! Bukannya Koreksi Diri Tapi Salahkan  Orang Per Orang 

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Pilkada  di 5 (lima) kabupaten/kota di maluku sudah berlalu namun masih menyisakan sejumlah persoalan di beberapa partai termasuk di PDI-Perjuangan Maluku terutama di DPC PDI-Perjuangan Maluku Tenggara Barat (MTB), betapa tidak calon yang mereka jagokan yakni Paulus Werembeninan-Yusuf Silety kalah dalam pertarungan 5 (lima) February lalu dan mendapatkan suara paling terakhir dalam pilkada yang terdiri dari tiga (3) pasagan yakni Dharma Oratmangun-Markus Faraknimele,   Petrus Fatlalolon-Agus Utuwaly yang keluar sebagai pemenang dan Paulus Werembinan-Jusuf Silety. Dengan perolehan suara masing-masing  Hasil Hitung KPU dari TPS (Form C1) Kabupaten Maluku Tenggara Barat dengan  184 TPS yakni :

  1. PETRUS FATLOLON, SH, MH dan AGUSTINUS UTUWALY, S.Sos 39.77% atau 22.078 suara.
  2. PETRUS P. WEREMBINAN TABORAT, S.H. dan JUSUF SILETTY, S.H., M.H. 24.35% atau 13.517 suara.
  3. DHARMA ORATMANGUN dan MARKUS FARAKNIMELLA 35.88% atau 19.914 suara

 

Dari hasil ini terlihat bahwa Paulus Werembinan-Jusuf Silety mendapat suara paling terakhir.   Anehnya  justru hampir seluruh anggota DPRD MTB asal PDI-Perjuangan dikambinghitamkan dan  mereka menjadi teradili dalam komite disiplin  partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang berlangsung di Pacific Hotel Senin (8/5/2017)  , mungkin ada benarnya juga tapi disatu sisi kalau demikian terjadi maka patut dipertanyakan ada apa dengan DPC MTB.

Dari awal pilkada MTB sudah terlihat ada upaya pemaksaan kehendak dari sejumlah orang di tubuh DPC MTB untuk memajukan Paulus Werembinan Taborat  dengan mengatakan bahwa Paulus Werembinan Taborat  memiliki survey tertinggi dari calon-calon lain versi PDI-Perjuangan padahal ada juga survey dari kandidat lain yang justru menempatkan  mantan Sekda MTB Matias Malaka memiliki angka   survey tertinggi diikuti dengan  Dharma Oratmangun,  Petrus Fatlalon barulah Paulus Werembinan.  Tapi itulah politik PDI  Perjuangan  ada benarnya juga mengandalkan kaders partai namun anehnya  Kabupaten Buru Ramly Umasugy, di Maluku Tengah Abua Tuasikal yang bukan kaders partai yang mereka usung   padahal di Maluku Tengah ada juga kaders partai yang mengajukan diri maju namun mereka mengusung petahana  yang notabene adalah kaders partai lain. Yang mana yang benar ???? entahlah tapi yang pasti PDI-Perjuangan Maluku,  terutama DPP janganlah menutup mata dan jangan mudah percaya dengan apa yang dilaporkan, harus sebijak dan searif mungkin menyikapi  masalah MTB,  karena kalau 4 (empat) dari 5 (lima) anggota DPRD MTB dikenai sangksi pemecatan maka tidak menutup kemungkinan PDI-Perjuangan akan perlahan-lahan habis di Bumi Duan Lolat yang adalah basis tradisional banteng moncong putih. Ataukah yang mereka katakan kaders partai itu hanya berlaku untuk daerah tertentu,  orang tertentu ataukah kepentingan tertentu saja, Entahlah????  namun yang pasti persoalan MTB ini menjadi suatu moment refleksi yang luar biasa bagi PDI-Perjuangan  untuk tak sembarangan memberikan sangksi bagi kaders partai apalagi kaders partai potensial.

Pantauan Berita Demokrasi di arena Rakerda Senin (8/5/2017)  terlihat ada wajah-wajah peserta yang gembira dan sumringah tapi ada juga wajah-wajah peserta yang muram.   Beberapa orang  yang sempat berbincang-bincang dengan Berita Demokrasi Maluku.Com mengemukakan,  MTB ini bagaimana, sudah kalah malah mau menyalahkan orang per orang padahal calon wakil bupatinya saja kami tak kenal bahkan kami tak pernah mendengar namanya dikancah perpolitikan Maluku,  sambil bertanya apakah wartawan mengenal calon wakil bupati MTB yang dicalonkan kemarin?.  Yang kami ingin kan adalah :  masing-masing  mengevaluasi diri, jangan menyalahkan orang lain, masa  sebagian besar  anggota DPRD MTB dibawah ke komite disiplin partai, ada apa ini?. Anggota DPRD khan kepanjangan tangan dari partai di legislatif dan mereka semua punya basis massa jelas. “Kalau  mereka dipecat apakah yang menggantikan mereka bisa mendapatkan suara seperti mereka, khan mereka ini ada yang sudah 3 (tiga) perode menjadi anggota DPRD MTB”.  “Terus terang beta jadi bingung, diminta berpasangan dengan wakil lain tak mau, maunya saja wakil yang dipilih oleh mereka, apa jadinya?. “Kalau mau punk mau,  kalah janganlah menyalahkan orang lain, “, ujar sumber itu

“Kita harus belajar dari kekalahan  kali ini, kekalahan yang paling memalukan PDI-Perjuangan Maluku,  kita saling singkir-menyingkir, kita saling sikut-menyikut, cukup sudah keadaan ini terjadi. Mari semua potensi kaders partai yang ada dirangkul demi kejayaan partai ke depan, beda pendapat bisa tapi kedepankan kepentingan partai jangan kepentingan diri dan kelompok, ujar sumber tersebut.

Ketika disinggung soal sangksi terkait Pilkada Komarrudin Watubun  Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI-Perjuangan dalam konfrensi pers usai Rakerda berlangsung  mengemukakan, ada 5 (lima) orang yang telah dimintai keterangan yakni 1 (satu) dari kabupaten   Buru  dan 4 (empat)   dari MTB tanpa menyebut siapa mereka. “Yach mereka telah dimintai keterangan terkait dengan sejumlah laporan yang masuk ke DPD maupun DPP, hasilnya belum saya ketahui karena  baru saja tadi dimintai keterangan mereka”

sangksinya seperti apa juga masih berproses ke DPP, nanti di DPP saya yang jadi jaksa. khan menghukum orang haruslah sesuai dengan pertbuatannya, dikaji  keterangannya, bukti dan saksi tak sembarang menghukum, ujarnya pula. (D-02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *