Saksi Mengaku Antar Rp 500 juta Ke Ruang Pimcab, Terdakwa Bantah

  •   Kasus  Dana  BTT  Pemkab SBB

Ambon- Berita Demokrasi Maluku. Sidang lanjutan  perkara korupsi penyalahgunaan dana  Bantuan Tak  Terduga  (BTT), Dinas Pendapatan  Pengelolaan  Keuangan  dan Asset Daerah  (PPKAD) ,  Kabupaten SBB,  senilai Rp 2,2 Milyar yang menyeret  terdakwa mantan Kadis PPKAD Ronny Rumalatu  yang berlangsung di PN Ambon  pada   Senin (4/3) menghadirkan  tujuh orang saksi.

Ketujuh saksi  dari kasus yang terjadi pada tahun 2013 tersebut , masing-masing lima  orang saksi dari PT Bank Maluku cabang Piru, yakni   Drs Isak Saleky (mantan Pimpinan Cabang),Anthon Ivakdalam, (Kasek  Keuangan  ), Kristina Pusung(Kasek Umum dan Akuntansi),Petra Olivia Que(Teller) dan Marlon  Hatumena,sementara dua  saksi lainnya  adalah  Mustafa Natsir Raharusun  wakil ketua  DPRD kabupaten SBB dan Woody Allen Timisella, Plt Kadis  Kehutanan SBB dan mantan ajudan  Bupati  Jacobus Puttileihallat.

Dalam sidang  yang dipimpin oleh hakim ketua, RA Didik Ismiatun itu   terungkap bahwa, pencairan dana   BTT Pemkab SBB   dilakukan  di Bank Maluku Cabang Piru sebanyak dua kali yakni pada tanggal 14 Januari 2013 dan 7 Maret 2013 dengan nominal jumlah uang  yang sama  yakni Rp 500 juta.

Menurut kesaksian Kristina Pusung, kepala  seksi Umum dan Akuntansi  PT Bank Maluku cabang  Piru,  prosedur pencairan dana  dilakukan setelah, seksi Umum dan Akuntansi, menerima   Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), setelah itu SP2D tersebut diajukan kepada Pimpinan Cabang untuk  ditandatangani, setelah  SP2D tersebut diserahkan ke Seksi Keuangan barulah dana tersebut dapat dicairkan.

Berdasarkan keterangan Kristina Pusung dan,Petra Olivia Que  dalam sidang tersebut,  juga terungkap bahwa pencairan dana sebesar Rp 500 juta pada  tanggal 7 Maret 2013   dilakukan di luar jam kantor,  yakni  setelah  Bank pelat merah itu tutup yaitu  diatas  Pukul  15.00 WIT.

Yang lebih mengejutkan lagi,pencairan dilakukan menyalahi prosedur, yakni berdasarkan keterangan  saksi.Anthon Ivakdalam (Kasek Keuangan) saat pencairan Rp 500 juta pada tanggal  (7/3)-2013 tersebut , saksi mengaku mengantarkan langsung  uang senilai  nominal  tersebut di dalam tas  plastik   ke  ruang  Pimpinan  Cabang yang berada di lantai II, “saat itu pimpinan cabang sedang  duduk bersama terdakwa” ungkap  Ivakdalam .

Hal tersebut juga diperkuat dengan pengakuan Petra Olivia Que(Teller) yang menyatakan bahwa saat pencairan  pada  tanggal itu, Ia tidak melihat bentuk fisik dari uang tersebut.

Namun pernyataan kedua saksi tersebut dibantah oleh  terdakwa,  Ronny Rumalattu yang menyatakan bahwa  pencairan uang  tersebut dilakukan di lantai satu bersama Bendahara Dinas

Dalam kasus penyalahgunaan dana Bantuan Tak Terduga (BTT)  senilai 2,2 Milyar itu,  setelah melalui  Audit  BPKP  terindikasi  adanya kerugian negara sebesar, Rp 900 Juta, sementara peran wakil ketua   DPRD SBB Mustafa Natsir Raharusun dalam kasus ini adalah pernah menerima uang sejumlah  Rp 50 juta  tetapi uang tersebut  kemudian dikembalikan  kepada penyidik Kejati Maluku,  Untuk kasus ini juga, mantan  Bupati SBB, Jacobis Puttileihalat  juga sempat menjalani pemeriksaan di Kejati Maluku(D-3).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *