Saksi Akui, Kepsek MTs Geser Kelola Dana BOSS Diluar Juknis

Ambon – Berita Demokrasi Maluku. Karena menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOSS) secara serampangan dan di luar dari petunjuk teknis, maka Kepala sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS) Geser, Drs Mohamad Djen Rumatumia dihadapkan ke meja hijau.
Dana BOSS dari sekolah yang berada di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) itu, berjumlah kurang lebih Rp 331, 000 diselewengkan sang Kepsek pada tahun 2015 dan 2016, hal itu terungkap saat sidang yang mengagendakan mendengar keterangan saksi, yang berlangsung Di PN Ambon pada Senin (28/8).
Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua, RA Didiek Ismiatun itu menghadirkan sembilan saksi dewan guru MTS yakni Awan Setiawan S,Pd Siti Amina Kilian, Santy Kasdam , Khofsatul Zuhria S Pd, Sitisara Hulishulis S Pdi , Nur Ainy Kella S Pd, Nurshahoda Kelibia S Pdi .Alwia Arey S Pdi, Nurwati Basahona, S Pd yang berperan sebagai ketua sekretaris dan bendahara tim pengelola BOS I dan II pada periode 2015 dan 2016.
Dari pengakuan para saksi terungkap ada sejumlah item honor BOSS yang ditandatangi oleh para guru tersebut yang honornya tak kunjung dibayarkan, “selain itu saat penggunaan Dana BOSS, tersangka tidak pernah melibatkan komite sekolah” ungkap Jaksa Penuntut Umu Thony, Lesnussa. SH
Selama sidang berlangsung beberapa kali JPU , Thony Lesnussa,memanggil satu persatu para saksi untuk mengkonfirmasi, ternyata pembayaran yang diterima mereka hanya honor sebagai panitia pengelola BOSS yang jumlahnya Rp 900.000 per triwulan dan honor kecil lainnya. tetapi pembayaran lainnya yang nominalnya besar, meskipun mereka menandatangani kwitansi tetapi tetapi tidak dibayarkan.
Selain itu, dari pengakuan para saksi , terungkap bahwa setelah mencairkan dana BOSS setiap triwulan dilakukan pertemuan antara Kepsek dengan Tim BOSS, tetapi dalam penggunaannya Kepsek tidak selalu berpedoman pada RKKS ( Rancangan Kerja Kegiatan Sekolah) yang merupakan petunjuk teknis BOSS, tetapi Kepsek selaku penanggung jawab hanya berpedoman pada Buku KAS sekolah.
Dalam sidang terungkap pula, setelah mencairkan dana BOSS tersangka Rumatumia, juga tidak pernah memberikan pengarahan ataupun petunjuk pengunaan Dana BOSS .
Sementara dalam pengakuannya, seluruh tim pengelola dana BOSS tahun 2016 itu , mengaku bahwa Mereka sebelumnya tidak pernah terlibat sebagai TIM pengelolaan BOSS sekolah. Mereka bahkan tidak tahu petunjuk teknis penggunaan dana BOSS tersebut , “Kita baru tahu petunjuk teknis dana BOSS saat di sidang ini”ungkap salah satu saksi
Kejanggalan penyimpangan penggunaan dana BOSS ini, mulai terendus ketika tersangka tidak pernah menyerahkan laporan penggunaan dana BOSS tersebut kepada Kementrian Agama Kabupaten SBT (D-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *