RUU Kepulawan Rampung Sepetember 2019

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Rancangan Undang-Undang Kepulawan (RUU) Kepulawan ditargetkan akan rampung pada September 2019. 

RUU ini sudah kembali kami bahas, setelah lama tak lagi diingat/ diagendakan pembahasannya t di DPR-RI, demikian Edison Betaubun anggota DPR-RI  asal Maluku dari Fraksi Golkar DPR-RI  kepada Berita Demokrasi Maluku dan Pela Gandong.com Sabtu (10/11/2018) di Hotel Mutiara.

Menurutnya, RUU ini telah lama disampaikan bahkan dibahas, sejak tahun 2012, kala itu dipelopori oleh almarhum Alex Littay, namun setelah Littay tak lagi menjadi anggota DPR-RI, RUU itu tak  lagi diagendakan.

Kami telah melakukan sidang beberapa waktu lalu membahasnya,  anggota  Pansus telah turun ke beberapa  provinsi  Bangka Belitung, Sulawesi, Utara dan lainnya sedangkan untuk Maluku Pansus akan turun setelah dilantiknanya gubernur baru. 

Hal ini dilakukan, supaya ketika,  turun apa yang didapatkan tak lagi mubazir karena pemerintah Maluku akan tetap mengawal dan meneruskan apa yang menjadi agenda pembicaraan. Kalau RUU ini diundangkan maka Maluku tak lagi miskin, 11 kab/kota yang ada akan keluar dari garis kemiskinan.

Karenanya, Edison berharap masyarakat Maluku dapat mengerti dan memahami benar perjuangan ini,  pembahasan tiundang-undang  tak lagi terhen, marilah memilih wakil rakyat yang benar-benar mampu mengawal undang-undang ini, demikian Betaubun. 

Sebagaimana diketahui RUU kepulawan intinya memuat tentang pendapatan DAU/DAK dan dana bagi hasilnya dihitung berdasarkan luas lautan bukan luas daratan .(D-02)  

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *