Proyek Mangkrak, Jaksa Kembali Sidik Petinggi Dishub

Soal Terminal Transit Passo

Ambon-Berita Demokrasi Maluku.Mangkraknya mega proyek terminal transit di Passo Kecamatan Baguala, Kota Ambon   yang hingga saat ini telah menelan  anggaran  sebesar Rp 55.000.344.985 MembuatKejaksaan Tinggi Maluku gerah.
Rentetan pemanggilan  dilayangkan oleh korps Adiyaksa  tersebut kepada  sejumlah  petinggi dan staf di Dinas Perhubungan Kota maupun Provinsi.
“ hari ini ada 13 orang saksi  yang dipanggil  untuk dimintai keterangannya “ ungkap Kasipenkum Kejati Maluku , Sammy Sapulette  saat ditemui sejumlah awak media di ruang pers Kejati Maluku  Selasa (25/4).
Menurut Sapulette,  pemeriksaan  tersebut adalah untuk melengkapi berkas   perkara mangkraknya  mega proyek  Terminal Transit Passo.
Data  yang berhasil dihimpun  dari 13 saksi  yang dipanggil, terselip nama sejumlah pejabat maupun mantan pejabat, yakni  mantan   Kepala Dinas  Perhubungan Kota Ambon , Angganoto  Ura , Mantan Sekretaris Dishub Kota Ambon , Jhon Slarmanat, serta Pejabat Pelaksana  Teknis Kegiatan  (PPTK) tahun 2014, Corneles Pattiwaelapia.
Sebelumnya Mantan Kepala Dinas Perhubungan  Kota ambon, Angganoto Ura   dalam  wawancara menyatakan  minimnya anggaran yang dikucurkan baik dari APBN maupun APBD  untuk  penyelesaian,  yang menyebabkan  terhambatnya penuntasan   proyek ini, hal  senada juga  pernah disampaikan  Direktur PT Reminal  Utama Sakti, Emir. Gaos. Latuconsina.saat dicegat wartawan media ini  di depan  kantornya ‘Kalau anggaran yang dikucurkan hanya 2,3 milyar bagaimana proyek  ini  bisa selesai” ungkapnya sambil berlalu.
Sampai dengan  saat  ini, sudah ada total 21  saksi yang dipanggil pihak Kejaksaan Tinggi Maluku  untuk dimintai keterangnnya  terkait mega proyek  tersebut, karena sebelumnya pada Jumat (21/4) Kejaksaan  telah memanggil 9 orang saksi.
Mega proyek  terminal Transit Passo yang semula dikerjakan oleh PT Reminal Utama Sakti, mulai dikerjakan pada tahun 2007  dan hingga  saat ini  tidak terselasaikan.
Di tahun  2015 ada sedikit progress penyelasaian mega proyek tersebut, yakni  pembuatan pagar yang mengelilingi  terminal   yang dikerjakan oleh PT Polaris  Jaya Sakti,serta  ada juga  penkerjaan  pengaspalan landasan untuk tempat   pakir  kendaaraan, namun di tahun sesudahnya  tidak ada kelanjutan dari proyek ini .
Proyek  yang bertujuan untuk  mengurai kemacetan di pusat  kota Ambon,  dengan membuka   sentra ekonomi  baru di desa  Passo itu,  mulai dikerjakan  pada era  kepemimpinan    Jopy Papilaya  dan Olivia Latuconsina tetapi akhirnya terbengkalai. (D-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *