PKS Ngotot 500 Lebih Suara Di PPK Namlea Dikembalikan

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

KPU  Buru : PKS  tak Dapat membuktikan Kehilangan Suaranya

Rekapitulasi perhitungan suara ditingkat provinsi  Kamis (16/05/2019) kembali berlangsung dengan penyampaian rekapitulasi oleh KPU Kabupaten Buru.

 Pleno yang berlangsung sore hari tersebut awalnya berjalan lancar namun ketika memasuki rekapitulasi perolehan suara untuk DPRD Provinsi Maluku dari Dapil Buru dan Buru Selatan. 

Pleno  diwarnai interupsi karena usai membacakan kejadian khusus dan keberatan yang disampaikan saksi PKS pada pleno ditingkat KPUD Kabupaten Buru.

Saksi PKS Dudi Sahupala langsung berbicara dan meminta pertanggungjawaban KPUD  Kab Buru,  maupun kebijakan KPUD Provinsi untuk menyikapi apa yang dikatakan oleh Sahupala merupakan kebohongan dan upaya untuk menghilangkan suara PKS.

“Kami meminta kepada KPUD Kabupaten untuk menyatakan dan menyampaikan yang sebenarnya  terjadi di PPK Kecamatan Namlea, akibat dari kerja PPK maupun KPUD,  PKS kehilangan 500 lebih suara.

“KPU bohong, bohong, bohong, “demikian Sahupala.

Menanggapi  hal itu Ketua KPUD Provinsi Maluku Syamsul Rivai Kubangun,  mempersilahkan KPUD Kabupaten Buru menjelaskan kejadian khusus itu.

Salah satu komisioner KPUD Kabupaten Buru Faisal Mamulati kemudian menjelaskan : bahwa ketika pleno di tingkat KPUD terjadi keberatan dari saksi PKS,  dimana mereka mengatakan  mereka kehilangan 500 lebih suara.  Terjadi perdebatan alot di pleno KPUD.

Ketua KPUD malam itu juga memerintahkan untuk turun lagi ke PPK Kota Namlea agar didapatkan titik temu, kata Mamulati.

Tak puas dengan penjelasan Mamulati, Salah satu saksi dari PKS mengatakan, telah terjadi dua lisme di PPK Namlea.

Ketua KPUD Kabupaten  Buru Munir Soamole kemudian memberikan penjelasan yang sama dengan rekannya . “Nah sebelum ke PPK terjadi kesepakatan bahwa yang diperbaiki hanyalah terkait jumlah pemilih dalam DPT bukan jumlah perolehan suara parpol, dimana  semua saksi menyepakatinya”.

Ketika kembali ke PPK Namlea,  dilakukan lagi pengecekan ulang, ternyata ada perubahan data disana. ‘Nah saksi PKB kemudian menyatakan keberatan, setelah semua data dari para saksi di croos check ternyata  data yang  berbeda hanyalah PKS”.

“Saya kemudian menanyakan kepada PPK Namlea, mana yang benar datanya, apakah yang dimiliki PKS ataukah yang data awal”.

PPK kemudian mengakui bahwa data yang baru itu adalah salah input”. “Yang benar adalah data yang dimiliki oleh semua saksi”.Karena persoalannya sudah clear semua saksi kemudian menandatangi BAP kecuali saksi PKS, demikian Munir.  

Sekalipun telah mendapat penjelasan seperti itu saksi PKS  Dudi Sahupala dan salah seorang rekannya yang juga saksi  PKS,  tak mau menerima penjelasan KPU Kabupaten Buru,  dan meminta agar suara sebanyak 500 lebih tersebut harus dikembalikan kepada PKS.

“Suara kami harus dikembalikan, kami punya data sambil mengangkat kertas yang dipegangnya”.  

Melihat hal itu Ketua KPUD Maluku yang memimpin sidang pleno kemudian mempersilahkan Bawaslu kabupaten Buru untuk memberikan penjelasan.

 “Memang telah menjadi temuan dan sementara di proses, demikian Bawaslu Kab Buru, ,KPU gagal paham terhadap masalah tersebut, sehingga memerintahkan turun satu tingkat.

Menanggapi hal itu saksi PKB,  kemudian memberikan penjelasan, kalau PKS punya data,  kami juga punya data  yang ditanda tangani oleh semua saksi kecuali PKS, kata dia.  

Belum selesai menyampaikan penjelasannya,  terjadi interupsi  dari sejumlah saksi Parpol. Pimpinan sidang  kemudian mempersilahkan salah seorang saksi dari Partai Bulan Bintang (PBB) untuk berbicara.

Saksi tersebut kemudian mengatakan, seharusnya ada jalan keluar,  bukan hanya beradu argumentasi yang tak mengena pada substansi. 

“Kalau memang terjadi perubahan/ perbaikan pada data pemilih tunjukkan perubahan/perbaikannya,  bukannya Bawaslu dengan penjelasan yang mengambang, ditambah lagi dengan saksi PKB yang bicaranya sudah melenceng “.   

Ketua KPUD Provinsi  kemudian mengskorsing sidang karena waktu menunjukkan,  10 menit kedepan  jam berbuka puasa.

Pada pukul 20.00 Wit sidang kembali dibuka,  dimana ketua KPUD menyatakan bahwa penjelasan yang disampaikan oleh KPUD maupun oleh saksi dari PKB sudah jelas bahwa PKS tak memiliki bukti  terjadi    kehilangan suara,  namun lagi-lagi PKS tetap ngotot bahwa mereka kehilangan suara karena mereka memiliki data sendiri.

Pimpinan sidang  kembali mempersilahkan KPUD Kabupaten  Buru untuk menyampaikan penjelasan lagi.

 KPUD Buru tetap dengan penjelasan awalnya,  bahwa telah turun ke PPK dan PPK mengakui bahwa data yang digunakan adalah data awal karena mereka salah input.

Saksi PKS kemudian memukul meja dan menuding bahwa KPUD berbohong dan tetap ngotot  KPUD Kabupaten Buru harus mengembalikan suara mereka.

Pimpinan sidang  kemudian mempersilahkan Bawaslu Provinsi Maluku untuk memberikan tanggapan. Ketika Bawaslu provinsi memaparkan terjadi perubahan pada angka-angka data pemilih, lagi-lagi PKS meminta pertangungjawaban KPUD Kabupaten Buru.

“Kami bukan dalam kepentingan untuk memenjarakan PPK,  tapi kami dalam kepentingan untuk menyelamatkan suara kami”.

Karena terjadi ketegangan, pimpinan sidang kemudian mengkskoring lagi sidang, kurang lebih setengah jam.

Ketika skoring dicabut, terjadi lag perdebatan hingga pimpinan sidang memukul meja, akibat dari kata-kata saksi PKS yang dinilai menjustifikasi dirinya.

“Anda  menjustifikasi saya pa Dudi, anda khan tak mengikuti pembukaan pleno beberapa hari yang lalu, “demikian Kubangun.

  Hingga pukul  23 : 00 Wit,  ketika Berita Demorasi Maluku.com  meninggalkan ruang sidang masih tetap terjadi perdebatan.(D-02)                                                           

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *