Perjanjian Maluku di Malino Terkait Perimbangan Hanya Berlaku Untuk “Unpatti”

Nikijuluw :  Itupun Yang Punya Kualitas

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Kekaburan terkait perjanjian Maluku di Man lino terkait dengan azas perimbangan antara Muslim dan Kristen yang harus dilakukan dalam sistem pemerintahan di Maluku akhirnya terungkap sudah. Apa yang  menjadi wacana menarik di publik,  bahkan sering digunakan oleh kandidat tertentu,  dan menjadi isu dalam memenangkan kandidat tertentu dalam pilkada di Maluku,  maupun beberapa kabupaten/kota di Maluku, akhirnya dapat diluruskan oleh salah seorang peserta Maluku di Malino dari tingkat grass root yakni Emang Nikijuluw.

Kepada Berita Demokrasi Maluku.com di Rumah Kopi Joas  Senin (3/7/2017) Nikijuluw katakan, kalau ada yang bilang bahwa ada perjanjian terkait perimbangan antara muslim dan kristen di sistem pemerintahan di Maluku maka itu,  suatu kekeliruan karena yang terjadi waktu rapat itu bukanlah soal sistem pemerintahan, namun  perimbangan  yang dibicarakan dan disepakati adalah  di Unpatti saja, demikian Nikijuluw

Menurutnya,  “saat itu ada yang mengangkat masalah ketidakadilan yang terjadi di Unpatti dan sayalah orang yang waktu itu pukul meja dan berbicara masalah ini”. “Saya bilang sejak zaman Belanda orang Kristen sudah bersekolah dan memiliki pendidikan yang memadai sedangkan yang muslim di Maluku zaman Belanda itu tak ada yang sekolah hanya satu kampung saja di Maluku yang mau bersekolah, karena itu orang Kristen telah pintar sejak zaman dahulu,  dan tak heran kalau saat ini di lembaga perguruan tinggi Unpatti  mayoritas pengajar dan PNS nya adalah beragama Kristen. Dan ini    memang telah terjadi sejak lama, kisah Nikijuluw.

Ketika ditanya apa kesepakatan yang diperoleh saat itu, Nikijuluw katakan, kesepakatan yang terjadi saat itu adalah boleh perimbangan tapi perimbangan yang berkualitas, kata dia pula.

“Jadi bukan perimbangan asal-asalan, kalau tak berkualitas tak boleh diterima, itulah kesepakatan yang sebenarnya, sedangkan untuk perimbangan di pemerintahan tak sama sekali dibahas, kata dia panjang lebar.

Adapun isi butir 11 perjanjian Maluku di Malino terkait Unpatti berbunyi demikian : 11. Untuk menjaga hubungan dan harmonisasi seluruh masyarakat, pemeluk agama Islam dan Kristen maka segala upaya dan usaha dakwah harus tetap menjunjung tinggi undang-undang dan ketentuan lain tanpa pemaksaan.
Mendukung rehabilitasi khususnya Universitas Pattimura dengan prinsip untuk kemajuan bersama. Karena itu, rekrutmen dan kebijakan lainnya dijalankan secara terbuka dengan prinsip keadilan dan tetap memenuhi syarat keadilan.(D-02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *