Pengangkatan Kadus Jusuf Henaulu, Berpotensi Picu Konflik Di Waimeteng Pantai.

Piru-Berita Demokrasi Maluku.Surat Keputusan Pejabat Kepala Desa Piru, No141/04/2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Dusun, Kepala dan Sekretaris Dusun/RW Waimeteng Pantai, DesaPiru, Kecamatan Seram Barat menjadi blunder Pejabat Kepala Desa Piru, Suyanto Manupassa.

Pasalnya, mantan Kepala Dusun, Kahar Holle adalah figur yang telah berhasil menyatukan perbedaan dan pertentangan di Dusun tersebut tiga tahun lalu, Selain itu, berkat perjuangan dan lobbi mantan Kepala Dusun itu, maka sejumlah infrastruktur telah dibangun di Daerah itu.

Anehnya, Kepala Dusun yang menggantikan Holle, yakni Yusuf Henaulu adalah mantan Ketua Panitia Pembongkaran Mesjid Al Muhajirn di Waimeteng Pantai 3 tahun lalu, karena persoalan inilah yang sempat menimbulkan pertikaian sehingga mengakibatkan seorang warga meninggal dunia dan beberapa lainnya ditahan selama 8 bulan.

Masalah pergantian yang cacat prosedural, juga menjadi sorotan Mantan Kepala Dusun, Kahar Holle saat ditemui di kediamannya, Rabu (14/11),Ia mengisahkan pada bulan lalu, tepatnya Selasa, (23/10) dirinya menerima SK Pemberhentian yang diantarkan oleh seseorang yang bukan perangkat Desa, ke Warung Makan yang dijaga isterinya yang berada di tepi jalan Waimeteng Pante.

Setelah menerima SK tersebut, Holle mengungkapkan tidak mengerti dengan SK Pemberhentian dirinya yang terjadi secara tiba-tiba itu, pasalnya selama ini tidak ada kesalahan yang dibuatnya, kalau pun memang dirinya terbukti bersalah, maka pergantiannya harus melalui prosedur misalnya teguran lisan selama bebetapa kali, setelah itu barulah dilakukan rapat evaluasi yang melibatkan para tokoh masyarakat, “kalau Saya memang terbukti bersalah dan mau diangkat (Kepala Dusun)yang lain tidak apa-apa, tetapi bukan caranya seperti begini, tiba-tiba diterbitkan SK tanpa alasan yang jelas” protesnya.

Bahkan yang paling disesalkan Holle adalah, pengangkatan Yusuf Henaulu yang adalah mantan Ketua Panitia Mesjid Al Muhajrn yang pernah menimbulkan insiden pertikaian warga, tiga tahun lalu, karena insiden itulah Henaulu akhirnya mengungsi keluar dari Waimeteng Pantai.

Diungkapkan Holle, penolakan terhadap kepimpinan Henaulu juga dilakukan oleh tokoh masyarakat dan staf penghulu yang dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap Kepala Dusun itu , ini dibuktikan surat penolakan yang disertai dengan tanda tangan staf penghulu bersama tokoh masyarakat Dusun Waimeteng Pantai.

” Staf Penghulu itu sudah tidak mau lagi kerja sama dengan Kepala Dusun yang ada, kalau Kepala Dusun tidak sejalan dengan Staf Penghulu, maka itu tidak bagus, Dusun tidak akan maju, sekarang ini karena pergantian Kepala Dusun maka Staf Penghulu menyatakan sikap akan segera mundur. Saya harap Pejabat Kepala Desa (Piru) memperhatikan persoalan ini, tolong dikaji kembali SKnya, karena ini demi kepentingan Katong Samua “cetus Holle.(D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *