Pemanggilan Walikota Wewenang Penyidik, Kasus Terminal Transit Tetap Dituntaskan

Ambon – Berita Demokrasi Maluku. Mangkraknya   mega proyek dari Dishub Kota Ambon   yakni  Terminal Transit Passo yang  mulai di kerjakan sejak  tahun 2007  itu, akhir akhir ini    mengundang  penyidik    Kejati Maluku    melakukan  serentetan pemeriksaan.

Menurut  pernyataan   Kepala Seksi  Penerangan dan Hukum ( Kasi Penkum)   Kejaksaan Tinggi Maluku,   Sammy Sapulette  yang ditemui di kantornya,  Senin  (29/5)  menyatakan bahwa  hingga saat ini  penyidik  telah memeriksa  40  orang saksi,  baik  dari pihak  Dishub  Kota Ambon maupun  Provinsi Maluku  bahkan  hingga  pihak  kontraktor .

Namun  diantara sekian   banyak  pemeriksaan tersebut,  publik di kota ini masih menunggu  gerak penyidik  Kejati  Maluku ini  untuk memeriksa  Walikota Ambon.  Richard Louhenapessy   yang berkuasa  pada   periode (2012-2017).

Terkait hal tersebut  Sapulette mengungkapkan,  pihak- pihak yang akan dimintai keterangannya  adalah wewenang  dari penyidik Kejaksaan Tinggi yang  menangani   kasus tersebut .

“Soal pihak – pihak yang akan dimintai keterangan,   tentunya yang mengetahui  kapasitas  dan kualitas    orang –orang  itu guna membuktikan kasus atau perkara ini adalah  tim penyidik” tandasnya

Secara Gamlang, Sapulette meminta   masyarakat  memberikan  kesempatan kepada tim penyidik untuk bekerja dan menuntaskan  kasus ini .’ yang jelas kasus ini  tetap akan dituntaskan, Kita tunggu  saja hasilnya seperti apa  “ terang pria Lulusan  SMA Saparua ini.

Sementara Wali kota Ambon, Richard Lohenanpessy saat di wawancarai beberapa waktu lalu, menyatakan kesediaannya  jika dipanggil oleh penyidik Kejati Maluku terkait kasus  mangkraknya   Mega Proyek terminal transit di  Desa Passo

Sapulette juga menambahkan,  guna   melengkapi  berkas  dari  kasus ini  selain  telah melakukan  pemeriksaan  saksi secara spartan,   tim penyidik  juga  telah  melakukan on the spot  ke lokasi  tersebut , “  untuk terminal transit,  Tim Penyidik telah turun kelapangan dan  sampai saat ini tim sedang  merampungkan hasil laporannya  untuk dilaporkan  ke pimpinan  “ urai  Sapulette

Mega proyek terminal transit di desa  Passo, yang awalnya  bertujuan  untuk mengembangkan perekonomian di kota Ambon dan mengurai kemacetan  yaitu  dengan  membangun   Pusat kota  baru  , akhirnya Mangkrak  di tahun 2016, sementara  untuk  proyek tersebut  telah digelontorkan  dana sebesar  Rp 55.000.344.985  baik  dana yang bersumber dari APBD maupun APBN (D-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *