Ngaku Penggunaan Anggaran Tidak Sesuai, Lou Buta Aturan Teknis K-2013

Korupsi K-13 Dispora SBB

Ambon –Demokrasi Maluku .Mantan Kadispora SBB, Benjamina Louisa  Puttileihalat mengakui  bahwa  meski   Anggaran Kurikulum 2013 (K-13) Dispora Kab SBB  sudah sesuai dengan  DIPA 2013, tetapi  penggunaan  anggran   untuk  empat kegitan  sosialisasi kurikulum  itu    tidak sesuai dengan kenyataannya.
Pernyataan inidisampaikan  olehnya,saat  menjawab pertanyaan  hakim dalam Sidang Korupsi K-13Dispora Kabupaten SBB  yang di gelar di PN Ambon Selasa (25/4)
Dalam sidang yang dipimpin oleh  Hakim Ketua RA  Didiek Ismiatun, didampingi oleh Herry Liliantono dan Syamsidar Nanawi  terungkap bahwa  Puttileihalat  tidak mengetahui  dasar / aturan  untuk pemberian honor, serta besaran honor  yangharus diberikan  kepada para pelatih/  fasilitator untuk kegiatan  sosialisasi tersebut.
Bahkan kakak  kandung mantan  Bupati  SBB itu  mengatakan  pada  saat pembagian honor dirinya  tidak berada di tempat kegiatan , tetapi berada di kantornya.
Puttileihalat beralasan,  untuk kegiatan tersebut sudah  ada pengalihan tanggung jawab kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK). Ledrik Sinanu ,  Abraham  Tuhenay dan  Bendahara Kegiatan, Maria Manuputty
“Tanggung jawab kegiatan ini adalah  PPTK dan Bendahara Kegiatan Maria Manuputty , karena  Mereka yang punya kegiatan  , Saya hanya berpatokan  kepada DIPAminimal (angkanya )sama atau tidak “ cetusnya
Dalam  sidang  itu  juga,   Ia  mengakui tidak mengetahui teknis kegiatan  K-13karena  hanya mengetahui  programnya saja .
Lou  Puttileihalat juga berterus terang mengaku,  menerima uang sejumlah Rp 200. Juta dari PPTK Ledrik Sinanu  dan Abraham Tuhenay yang akhirnya di kembalika  setelah   diperiksa  olej penyidik Kejati  Maluku.
Dalam kasus Korupsi K-13  di Dispora  SBB senilai Rp 6 Milyar tersebut,  berdasarkan audit BPK  tercatat  kerugian negara mencapai Rp 2,890 Milyar   namun setelah Jaksa Penyidik ,menyita sejumlah uangdari tangan  tersangka maupun para saksi , dari informasi terakhir jumlah uang yang telah dikembalikan sebesar .Rp. 1,3. M. sehingga kerugian negara masih mencapai   Rp 1,589 M(D-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *