Murad ! Maluku Harus Berubah

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Irjen Pol Murad Ismail Kepala Korps Brimob RI resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Balon) Gubernur Maluku periode 2018-2023 di partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sabtu (27/5/2017) sore.

Dalam keterangan persnya usai menyerahkan berkas-berkas ke panitia penjaringan Balon gubernur Maluku mengemukakan, keinginan dirinya maju dalam Pilkada Maluku karena menginginkan Maluku berubah dari keterpurukan menjadi lebih baik ke depan.

“Saya menginginkan seluruh aspek Maluku berubah terutama pada aspek kemanusiaan,   kebersamaan serta saling menghormati diantara sesame anak bangsa yang ada di Maluku.

Menurut Murad, dirinya belum menginginkan untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur  Maluku,  namun karena merasa dirinya dilecehkan ketika datang dan menghadiri acara pelantikan walikota/bupati yang dilangsungkan  pada 22  Mei lalu, akhirnya  memutuskan untuk maju dalam Pilkada Gubernur 2018 mendatang.

Sebelumnya saya berpikir,  biarkan yang ada meneruskan ataupun yang lain maju dulu namun karena factor tadi, jadi saya memutuskan untuk maju.

“Masa saya berpakaian lengkap,diundang sebagai tokoh  masyarakat Maluku, lalu saya ditempatkan ditempat yang bukan selayaknya saya duduk/tempati pada waktu itu, kalau tak ada 1(satu) buah kursi di sebelah saya maka saya sudah jatuh pada waktu itu, jelasnya

Lebih lanjut Murad6 katakan, kalau   Maluku ingin maju  maka yang seperti ini harus dirubah, bagaimana kita mau dihormati kalau kita tak menghormati orang lain. “ Saya sangat menyesal dan kecewa dengan perlakuan penerima tamu waktu itu, dan yang membuat saya lebih kesal lagi, ketika saya berupaya mengkonfirmasi tapi  tetap saya tak dilayani. “Jadi ketika saya masuk,  tangan saya langsung ditarik dan ditempatkan pada sebuah kursi disudut, yang membuat saya nyaris terjatuh, “demikian  Murad.

Hal-hal seperti ini harus dirobah,  pemimpin yang memimpin Maluku kedepan adalah figure yang benar-benar dapat mengayomi, dapat menjadi figure pemersatu. Pemimpin Maluku kedepan haruslah orang yang dekat dengan bawahannya, yang bisa menjadi sahabat bagi bawahannya bukannya  melihat pemimpin lalu menjadi takut dan lari menghindar.

Saya hadir dengan visi perubahan yakni merubah mainseat atau pola pikir orang  Maluku yang tadinya mengganggap orang lain remeh, mengganggap orang lain tak lebih berarti dari dirinya, merubah orang  Maluku yang berpuas dengan apa yang ada artinya biar apa yang didapat hari ini cukup untuk hari ini saja. merubah pandangan kaum perempuan yang melayani suami tidak dengan lembut seperti perempuan Jawa.Pokoknya semua aspek ke Malukuan yang kurang baik harus dirubah.

Dari sisi pemerintahan ada banyak hal yang harus dirubah, pemerintah Maluku saat ini hanya berpuas diri dengan 2 triliun lebih padahal ada banyak dana yang bisa ditarik dari pusat ke daerah, ada banyak SDA laut Maluku yang dapat dikelola secara maksimal. Untuk mengangkat Maluku dari kemiskinan, ketertinggalan, keterbelakangan dan keterpurukan. (D-02)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *