Muhaimin Telorkan Pikiran Gus Dur Untuk Mahasiswa Unpatti

Ambon, Berita Demokrasi Maluku-Muhaimin Iskadar Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rabu (5/4/2017) menelorkan pikiran-pikiran nasionalisme dan persatuan yang dimiliki dan diterapkan oleh mantan presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid (Gus Dur) dalam kuliah umum yang berlangsung di aula rektorat Unppati-Kampus Poka Ambon.

Dalam kuliah umumnya tersebut Muhai min mengatakan ada 9 (sembilan) hal yang menjadi prinsip yang  senantiasa dipegang dan diterapkan oleh Gus Dur diantaranya : prinsip Tauhid Ketuhanan yakni  Tuhan itu maha  besar, maha mulia maha kuat karena itu Tuhan tak perlu dibela, Tuhan menjadikan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku dimana mereka menyembah Tuhan yang satu dan karena itu harus saling menghargai dan menghormati apapun agama dan sukunya. Prinsip kemanusiaan artinya semua manusia itu harus diperlakukan secara manusiawi siapapun dia,prinsip kesetaraan, prinsip liberty atau kebebasan, prinsip kesatriaan, prinsip kesederhanaan, prinsip kearifan tradisi.

Menurutnya, Gus Dur merupakan sebuah pribadi yang luar biasa dalam memperjuangan keadilan, kesetaraan dan persatuan.  Ketika tumbangnya orde baru terjadi kegaduhan luar biasa, terjadi  sejumlah  kekerasan dan  kekacauan termasuk di  pemerintahan sendiri, waktu    itu sulit mencari pemimpin karena k tokoh nasionalis ketika itu Megawati tidak diterima oleh kalangan Islam karena perempuan menurut Islam tak  boleh jadi pemimpin di negeri ini,  sementara B.J.Habibie tidak lagi bisa memimpin   karena merupakan bagian dari orde baru. Maka tampillah poros tengah yang dipelopori oleh Amien Rais yang kemudian memilih Gus Dur sebagai presiden RI karena Gus Dur dapat diterima baik oleh kalangan nasionalis maupun kalangan Islam.

Selanjutnya Muhaimin katakan, sikap dan sifat Gus Dur ini selain karena kecerdasan dan keluhuran pribadinya  juga  merupakan bawaan dari orang tuanya K.H Wahid Hasyim yang merupakan salah  salah satu tokoh pejuang kemerdekaan dan   salah satu anggota BPUPKI. Orang tua Gus Dur ini merupakan orang yang meminta menghapus kata menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya seperti yang termaktub dalam pembukaan undang-undang dasar 45 kala itu karena yang memerdekakan Indonesia terdiri dari berbagai daerah yang pemeluk agamanya bermacam-macam bukan hanya Islam saja, jelasnya

Lebih jauh dia katakan, Gus Dur merupakan tokoh pencetus Pancasila satu-satunya azas dalama kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia

Banyak hal  Gus Dur lakukan  dalam membela kaum minoritas dan kaum tertindas di Indonesia, kata , kata dia pula

Pada akhir kuliahnya Muhaimin  berharap, agar hal-hal  yang disampaikan kepada para  mahasiswa dapat    dipelajari dengan seksama agardengan seksama dan dapat dterapkan dalam kehidupan masing-masing.

“Saya berharap  konflik SARA yang terjadi beberapa waktu silam di Maluku meruerupakan sebuah   pelelajaran berharga untuk  tidak mengulanginya  lagi pada waktu yang akan datang. Pihak Unpatti saya harapkan dapat  membangun monumen perdamaian dan  laboratorium kerukunan hidup umat beragama di kampus ini, pintanya.(D-02)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *