Dicecar 31 Pertanyaan, Samsudin Bantah Terlibat Jual Beli

Ambon Demokrasi Maluku-Mengintensifkan  pemeriksaan terhadap  perkara korupsi  pengadaan lahan  di desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku – Maluku Utara (Malut) senilai Rp 3 Milyar,  maka tim penyidik  Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku melakukan  pemeriksaan  terhadap Samsudin  alias Puding  sebagai saksi pada Senin, (27/2) pekan kemarin.  

Dalam pemeriksaaan perkara korupsi, pengadaan lahan seluas 4485 m2 itu  pemilk lahan saat ini, Hendro Lumangko mangkir dari dari panggilan JPU, sehingga agenda pemeriksaan terhadap dirinya sebagai saksi  ditunda.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku,Sammy Sapulette  SH  yang ditemui Demokrasi Maluku diruang kerjanya , Senin (27/2)  menyatakan bahwa, pemeriksaan terhadap saksi Samsudin alias Puding  adalah untuk melengkapi berkas perkara Sadrach  Ayal, mantan Kepala Tata Usaha (KTU) BPJN IX Maluku –Maluku Utara  untuk tahap penyidikan.

“Hari ini adalah  agenda pemeriksaan saksi, Samsudin dan Hendro Lumangko,  namun yang hadir  hanya saksi Samsudin saja, sedangkan Hendro Lumangko  mangkir dan tidak hadir tanpa alasan yang jelas”  ungkap Sammy.

Menurut Sapulette, dalam pemeriksaan  yang berlangsung  selama  tiga jam itu,  yakni dari  pukul 14.00 hingga 17.00 WIT  saksi Samsudin dicecar 31 pertanyaan, menyangkut proses  hingga transaksi jual beli lahan tersebut.

Dijelaskannya, saksi Samsudin  diberi kuasa oleh pemilik lahan  pertama yakni kelaurga Atamimi  untuk menjual lahan mereka  kepada pemilik lahan saat ini, Hendro Lumangko  senilai  Rp 1,6 milyar  dengan NJOP   sebesar Rp 300 ribu per meter2

Usai menjalani pemeriksaan, saksi  Samsudin  yang dicegat  Demokrasi Maluku  di halaman  Kejati Maluku  menyatakan bahwa, dirinya tidak mengetahui perihal  transaksi jual beli lahan tersebut , “Saya hanya dimintai tolong  oleh Atamimi(pemilik pertama)  untuk memberikan  dokumen surat tanah kepada  Hendro Lumengko (pemilik saat ini)  saja “singkat Samsudin sambil berlalu meninggalkan Kantor Kejati Maluku (D-3)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *