Korupsi Dana GSC Naik ke Penyidikan, Bendahara PNPM Tersangka

Sitorus :Kemungkinan Ada Penambahan  Tersangka Baru   

Malteng-Berita Demokrasi Maluku. Tim penyidik Kejaksaan Negeri  Maluku Tengah, akhirnya   menetapkan Natalia Monika,  bendahara Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat(PNPM) Generasi Sehat Cerdas (GSC) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana GSC tahun anggaran 2014/2015  sebesar RP 1,7 Milyar.

Menurut  Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari)  Malteng, Robinson Sitorus. SH di Masohi.  Natalia diduga telah menggunakan semua anggaran untuk  kepentingan pribadi,  yakni untuk biaya perkawinan  sebesar Rp 400 juta, sementara  sisa anggaran digunakan untuk   pembelian tanah,  dua buah kios dan tiga unit mobil. “Jadi semua dana untuk  kepentingan pribadi, dan dari aset yang dibeli Natalia, Kejaksaan telah menyita satu unit mobil” beber Sitorus.

Dari informasi yang dihimpun, dana GSC yang diperuntukan bagi Kecamatan Teun Nila Serua (TNS)  tersebut setelah   dicairkan oleh  Pemerintah Provinsi Maluku selanjutnya ditranfer  ke Kabupaten Malteng untuk  keperluan bantuan makanan sehat dan bergizi bagi anak dan Lansia termasuk biaya pemeriksaan  kesehatan ibu hamil.

Selain itu dana GSC tersebut  juga  diperuntukkan   bagi pengembangan  pendidikan anak-anak seperti membeli pakaian seragam, tas sekolah serta membayar tenaga guru honor pada 18 Negeri di Kecamatan TNS,  tetapi  kenyataannya dana tersebut diselewengkan.

“Sehingga  perbuatan Natalia selaku  bendahara PNPM GSC ini sangat merugikan  masyarakat banyak    dengan  memperkaya diri, sehingga status kasus ini ditingkatkan ke penyidikan dan Natalia ditetapkan sebagai tersangka” tandas Sitorus.

Sitorus menambahkan,    pemeriksaan perdana terhadap Natalia Monika paska ditetapkan sebagai tersangka akan dilakukan di Kejaksaan Maluku Tengah, sementara  terkait penambahan tersangka lain, Dia menyatakan  kemungkinan akan  bertambah. ” tidak menutup kemungkinan tersangka akan  bertambah tergantung pada  proses pemeriksaan tersangka nanti”ujarnya.

Selain itu, tersangka  Natalia Monika diduga kuat memalsukan tanda tangan ketua  Kelompok Kerja (Pokja) dan para penerima   guna   mencairkan dana  GSC tersebut. kemudian dana tersebut digunakan untuk  kepentingan pribadi.

Hingga saat ini  sudah  17 saksi telah diminta keterangan dan semuanya mengarah ke Natalia Monika  yang menggarap dana PNPM GSC Kecamatan TNS  untuk  kepentingan pribadi.  Karena perbuatan tersebut maka tersangka akan dikenakan pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor  dengan  ancaman  hukuman 15 tahun penjara (Polly Lewerissa )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *