Ketua DPRD & Bupati Mestinya tak Musnahkan Sopi di Tanah Kalwedo

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Abas Orno tokoh masyarakat Maluku Barat Daya (MBD) merasa sedih dengan tindakan yang dilakukan Ketua DPRD dan Bupati Maluku Barat Daya (MBD)  atas pemusnahan sopi dengan cara menumpahkan sopi baik jerigen maupun dari botol di tanah Kalwedo usai upacara HUT Bayangkara ke -73 di Tiakur ibukota Kabupaten MBD, demikian Abas Orno menjawab pertanyaan wartawan di Ambon Rabu (10/07/2019)

Abas mengemukakan, kedua petinggi daerah itu harusnya memaknai sopi bukan dari aspek tindakan criminal oleh orang yang mabuk akibat mengkomsumsi sopi, tapi keduanya harus memaknai sopi sebagai simbol adat yang selama ini sudah berlaku turun-temurun selain itu harus memaknai sopi sebagai mata pencaharian yang telah menjadikan sekian banyak anak MBD menjadi professor, doktor maupun sarjana yang saat ini telah tersebar di seluruh Indonesia bahkan di mancanegara.

“Beta sangat sedih dengan tindakan mereka berdua, maaf-maaf saja, kalau mereka menumpahkan sopi di luar MBD mungkin itu masih bisa ditolelir tapi mereka menumpahkan sopi di tanah MBD, ini merupakan hal yang luar biasa”

Mereka berdua juga minum sopi, karena itu merupakan suatu perekat dalam hubungan kekeluargaan yang sudah berlaku sejak zaman nenek moyang hingga saat ini.

“Saya 8 (delapan) tahun jadi bupati tak pernah melakukan itu, karena itu tadi saya katakan, sopi itu sudah menjadikan ribuan anak MBD berhasil jadi sarjana, demikian Abas dengan mata berkaca-kaca. (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *