Kekalahan PDI-Perjuangan Merupakan Kesalahan Kolektif

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Kekalahan PDI-Perjuangan diberbagai kantong-kantong dan basis PDI-Perjuangan Maluku seperti Kota Ambon dan Maluku Tenggara Barat (MTB) juga SBB pada Pilkada 15 Februari 2017 lalu merupakan kesalahan kolektif bukan kesalahan  Ketua DPD ataupun Ketua DPC saja, demikian penegasan mantan Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB)  asal PDI-Perjuangan Biotzael Silvester Temmar.

Kepada Sejumlah wartawan ketika melakukan konfrensi pers di Panorama Cafe Senin (17/4/2017) menegaskan, “karena kepemimpinan di partai merupakan kepemimpinan kolektif maka yang harus disalahkan adalah seluruh pengurus partai, baik ditingkat DPC maupun tingkat DPD bukan kesalahan orang per  orang”. Sebagai Ketua memang punya tangggung jawab lebih tapi bukan semata-mata dia disalahkan.

“Harusnya semua pengurus partai mengoreksi diri, mengevaluasi diri seperti apa keberadaan saya di partai, seperti apa yang saya telah kerjakan untuk partai. Etisnya kalau terjadi kekalahan seperti ini maka ada hal yang krusial yang harus diperbaiki”.

Menurut Temmar, PDI-Perjuangan saat ini sangat rapuh, dimana terjadi faksi-faksi dan friksi dengan kepentingan masing-masing,  ini membahayakan keberlangsungan partai ke depan”. Ketika ditanya apa yang seharusnya dilakukan terhadap DPC maupun DPD partai Bitto katakan, dalam etika partai modern saat ini, kalau seperti itu sebaiknya mundur dari jabatan masing-masing.

Untuk apa mau memegang jabatan sebagai pimpinan ataupun pengurus partai kalau basis-basis yang selama ini telah terpelihara dengan baik akhirnya hancur.

“Sepanjang Reformasi baru  kali ini PDI-Perjuangan kalah telak  dalam Pilkada di kabupaten/kota di Maluku, jadi untuk apa mau tetap mempertahankan jabatan yang ada, “kata dia pula.

Harusnya kita memiliki budaya malu, kalau memang tak mampu mengundurkan diri saja, karena masih banyak kaders terbaik partai yang bisa menahkodai partai ini

Terkait evaluasi terhadap kinerja DPD yang bakal  dilakukan akhir April dia katakan, evaluasi memang harus dilakukan tapi harus disertai langkah konkrit bagaimana merecovery dan mengkonsolidasi kembali partai dari tataran paling bawah sampai dengan DPD. “Kalau tidak merecovery kembali maka jangan banyak berharap partai ini akan menjadi pemenang dalam pilcaleg mendatang, “kata dia pula. (D-02)

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *