Kejari Malteng Gencar Telusuri Korupsi Dana PNPM Mandiri & GSC.

Masohi – Berita Demokrasi Maluku.Kasus dugaan korupsi dana PNPM  Generasi Sehat Cerdas (GSC)  kecamatan TNS   terus didalami  oleh   Kejaksaan Maluku Tengah,  yakni dengan memperkuat pemberkasan atas kasus korupsi  pada  tahun anggaran  2014 /2015  yang  menelan anggaran  milyaran rupiah tersebut

Kepala Seksi  Intel Kejari  Maluku Tengah  , M.Afrisal,SH  ketika dikonfirmasi diruang kerjanya  pada S pekan kemarin  mengatakan bahwa, untuk memperkuat pemberkasan  terhadap tersangka Natalia Monika, maka Jaksa akan memanggil  sejumlah   saksi lagi   untuk  untuk diperiksa dengan tujuan memperkuat pemberkasan.

 

“Minggu depan kita akan memanggil beberapa saksi  untuk diperiksa dengan tujuan mempertajam pemberkasan  yang telah diteliti oleh JPU “ ungkapnya menanggapi pertanyaan wartawan

 

Afrisal menambahkan,  meski jumlah kerugian nagara belum dihitung  oleh BPK perwakilan Maluku  namun jaksa telah mengestimasi   jumlah kerugian negara  sekitar  Rp 1.6 Milyar.

 

Selain itu,  berdasarkan fakta penyidikan  dan fakta pemeriksaan  saksi,maka Tim  Jaksa Penyidik  berkesimpulan   tersangka Nathalia Monika  masih semetara  ditetapkan sebagai tersangka tunggal

“Nantinya berdasarkan   perkembangan penyelidikan dan fakta persidangan baru  Kita lihat apa ada tersangka baru atau tidak” ujarnya

 

Menurut Afrisal, Tersangka Nathalia Monika diduga melanggar pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara karena memalsukan tanda tangan Ketua Pokja dan para penerima kemudian mencairkan dana PNPM GSC se Kecamatan TNS tersebut .

 

Ia merincikan  ,dana tersebut  telah disalah digunakan untuk kepentingan pribadi dan berdasarkan pemerksaan saksi – saksi dalam proses  penyelidikan telah terungkap bahwa, dana berjumlah  miliyaran  rupiah itu   dipakai untuk membeli mobil pribadi, biaya perkawinan dan usaha-usaha  lainnya  milik tersangka,” proses pencairan dinilai fiktif, karena  tidak digunakan sesuai peruntukannya” tukasnya  .

Afrisal menambahkan,  hingga saat ini  sudah sekitar 17 saksi telah diminta keterangan dan semuanya mengarah kepada tersangka sehingga untuk memperkuat pemberkasan Jaksa, maka minggu depan  akan diperiksa   lagi tiga saksi kunci diantarannya  Bendahara negeri Watludan dan Tonetana  serta    fasilitas Kecamatan, (Polly Lewerissa ).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *