Jajaki Wisata Maluku, BMI Gelar Pertemuan dengan ASC, HPI & Pengusaha di Maluku

 

Ranuatmaja :Info  Harga Paket Wisata Kurang, Pariwisata  Maluku Susah dijual

Ambon –Berita Demokrasi Maluku .Tertarik dengan   potensi  keindahan  alam spot  wisata   di Maluku  maka salah satu konsultan  pemasaran – Brand Marketing Institute  (BMI)-  Research, Inu Machfud Ranuatmadja dan konsultan manajemen  PT Amsek  IbnuHarsanto berserta rekannya     menggelar pertemuan  dengan   pengurus komunitas Ambon  Sailing Community (ASC)  ketua  Himpunan Pramuwista  Indonesia  Maluku, Aditya Retraubun    dan  pelaku   Usaha Pariwisata Caesar  Rieuwpassa  pada Rabu (18/7) di  Restoran  Hero Citihub jalan Wem Reawaru Ambon.

Dalam   penjelasannya  Koordinator  BMI – Research,    Inu Machfud Ranuatmadja  mengungkapkan,    Daerah Maluku memiliki potensi  pariwisata yang  bagus,  dari  sejumlah foto dan  video   di  lokasi   wisata  Maluku  pemandangan alamnya sangat menarik dan eksotis , karena  itu    pihaknya menawarkan potensi wisata Maluku ke  salah satu   koordiantor  tour  yang menangani kunjungan   wisatawan Jepang ke Indonesia  ,  yakni Lutfi Baktiyar  dari Kronos LTD.

Adapun hasilnya  kronos LTD tertarik  untuk menjajaki  kunjungan  wisatawan Jepang  ke Maluku, hanya saja menurutnya , promosi  pariwisata maluku kadang terkendala   tidak adanya   informasi mengenai   harga paket tour dan fasilitas di lokasi wisata.    .

Menurut   Ranuatmadja,   dari tahun  ke  tahun, promosi wisata ke Maluku  di Jakarta selalu  diminati  pengunjung,  tetapi  hanya  belum adanya  informasi harga dan paket wisata tersebut sehingga kebanyakan  pengunjung  yang berminat,  tidak dapat langsung melakukan transaksi di tempat  “ padahal  informasi soal paket wisata Maluku sudah  bergaung  sampai ike    dunia  luar   dan intinya Mereka suka tetapi  nggak ada yang jualan “ rinci pria yang akrab disapa  Inu itu

Ditambahkannya,  promosi pariwisata  yang dilakukan oleh Negara Jepang  kontennya  sangat lengkap  misalnya untuk  promosi derah setingkat provinsi saja  yaitu  Provinsi  Hokaido,  paketnya sudah sangat  lengkap  karena sudah ada  tawaran paket wisata serta fasilitasnya.

Hal senada juga diungkapkan rekannya yakni   konsultan Manajemen   dari  PT  Amsek, Ibnu Harsanto , menurutnya,  kendati presentasi pariwisata Maluku bagus,  tetapi tidak ada upaya    mengelolanya sehingga siap  untuk dijual ,

Bahkan  Harsanto  menyoroti tidak adanya marka jalan ( tanda – tanda  jalan) menuju kelokasi wisata. Di Maluku

Sementara itu  dalam  paparannya, Koordinator Ambon  Yatch Community  (ASC) , Nicho Tulalessy  menyatakan bahwa, komunitas  ASC dibentuk  dalam hal membantu Pemerintah Derah    dalam mengembangkan  potensi  wisata  “ jadi Kita tidak  hanya mengkritisi , tetapi Kita juga bantu kerja dan memberikan solusi bagi pengembangan  iven pariwisata di kota Ambon  terutama untuk even tahunan   Darwin – Ambon Yatch Race (DAYR) di desa Amahusu” ungkap Nicho

Dijelaskan oleh Tulalesy, komunitas ASC  namanya  sudah diperhitungkan  oleh penyelenggara lomba layar tahunan  DAYR di  Australia  dan menjadi rekomendasi  pihak peyelenggara di  negeri Kanguru tersebut

Ia juga mengungkapkan,  untuk ajang  DAYR tahun ini ada  7 anggota  ASC  yang  terlibat sebagai peserta , tetapi mereka tidak dalam  satu  tim tetapi tersebar pada sejumlah perahu layar peserta  lain(D-3)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *