Integritas UN Maluku Rendah, Kadispora Tepis Ada Kecurangan di Ambon

Ambon –Berita. Demokrasi Maluku– Rendahnya Intergritas Sekolah dalam pelaksanaan  Ujian Nasional   di  Provinsi Maluku, karena tingkat kecurangan  yang masih  tinggi  ditepis oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Benjamin Kainama ,S.Pd  pasalya, dalam  pelaksanaan  Ujian Nasional di kota Ambon tidak ada potensi kebocoran soal.

Menurut Kainama, walaupun  sebagian besar peserta  UN di kota ini, masih menggunakan sistem manual, tetapi tidak mungkin  terjadi  kecurangan, karena  satu jam sebelum pelaksanaan UN  baru naskah soal distribusikan  ke Sekolah, setelah selesai  UN  baru naskahnya di bawa ke Provinsi   “jadi tidak ada yang di tinggalkan di Sekolah “ cetus Kainama

Kainama yang dijumpai sejumlah awak media, di sela-sela pemantauan  pelaksanan  Ujian Nasional  berbasis kertas  di SMPN2 Ambon, pada   Selasa (2/5)  juga   menyatakan bahwa, pelaksanaan   Ujian  Nasional berbasis   kertas yang  dimulai  agak  terlambat  di banding tahun sebelumnya,  yakni  pada pukul 10.30WIT adalah  juga strategi    untuk menghindari kebocoran soal.

“ Ujian Nasional  berbasis Komputer kan  di mulai  jam 08.( pukul 08.30 WIT) kalau dia sama- sama,  maka siangnya,anak-a nak sudah tahu soalnya,  kan  soalnya ini  nomornya diutak -atik saja. persoalan ini memang sudah diantisipasi oleh Pemerintah ” jelasnya

Dari informasi yang ditelusuri,  ternyata pelaksanaan Ujian Nasional  berbasis kertas di laksanakan  secara serempak di seluruh wilayah  Indonesia,  dimana  untuk daerah Jakarta , Sumatra dan sekitarnya   Ujian dimulai  pada  pukul 08. 30 WIB, sedangkan Makassar, Bali dilaksanakan pukul  9.30 WITT sementara Maluku dan Papua  10.30 WIT .

Meskipun  begitu,  potensi tingkat kebocoran  soal untuk pelaksaan  UN  tetap masih ada, mengingat  pelaksanaan UNBK di kota Ambon di lakuakn dalam  tiga  sesi,  yakni  sesi  pertama pukul 08.30- 10.30 WIT, sesi kedua  Pukul  10.30-13.30 WIT sesi ke tiga Pukul 11.30-15.00 WIT.

Sementara, untuk Intergritas Pelaksanan Ujian Nasional  di sejumlah kabupaten /kota  masih sangat  rendah,  pasalnya  daerah –  daerah tersebut    letaknya  terpencil sehingga jauh dari pengawasan  yang memadai , misalnya untuk kabupeten  SBB  dari beberapa tahun  terakhir ini sering mengklaim bahwa  angka kelulusan  di kabupaten  tersebut   seratus persen lebih tinggi dari kota Ambon.

Yang menjadi  pertanyaan publik  apakah  benar, kualitas   pendidikan di Kabupaten SBB  lebih Tinggi dari kota Ambon, atau kah  klaim ini hanya untuk kepentingan pencitraan penguasa …?(D-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *