Presiden Serahkan KIS & Makanan Tambahan Untuk Masyarakat Ambon

 

Ambon, Demokrasi Maluku

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Pattimura Ambon sekitar pukul 14.10 WIT  setelah menempuh perjalanan udara sekitar 3 (tiga) jam dari Jakarta. Berangkat dari Jakarta menuju Ambon, Rabu (8/2-2017) pukul 09.00 WIB dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 Boeing 737-800 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

Mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja itu antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko PMK Puan Maharani, Menpar Arief Yahya, Menkes Nila Moeloek, Staf Khusus Bidang Komunikasi Presiden Johan Budi. Tampak juga dalam rombongan Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, Staf Khusus Presiden Johan Budi dan Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Ari Setiawan.

 

Beristirahat sejenak di VIP room Bandara Pattimura presiden dan rombongan langsung  menuju desa Rumahtiga dimana disana dilakukan kegiatan  Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang merupakan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS)

Dalam siaran pers Media dan informasi Sekretariat Presiden Rabu (8/2-2017) presiden katakan “Kita ingin ke depan anak-anak kita sehat, pintar, pandai karena persaingan 30 tahun ke depan makin berat, bukan lagi antar kota tapi antar negara,”

Ia berharap, anak-anak yang pintar-pintar dan pandai-pandai bisa memenangkan persaingan.”Itulah tujuan dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil, anak-anak balita, dan anak-anak sekolah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyerahkan PMT sebanyak 1.007 paket biskuit yang diberikan kepada anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Presiden juga menjelaskan aturan untuk mengonsumsi biskuit tersebut. “Untuk anak sekolah aturan mengonsumsi 6 keping per hari,” kata Jokowi..

“Untuk anak sekolah aturan mengonsumsi 6 keping per hari,” ujar Presiden seperti dikutip dari siaran pers Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

Sementara itu, untuk balita usia 6-11 bulan dapat mengonsumsi delapan keping biskuit per hari. Sedangkan balita usia 12 bulan hingga lima tahun dapat mengonsumsi 12 keping per hari.

“Untuk ibu hamil dengan kehamilan 1 (satu) hingga 3 (tiga)  bulan mengonsumsi 2 (dua) keping per hari, dan ibu hamil usia 4 (empat)  sampai sembilan bulan mengonsumsi tiga keping per hari,” ucapnya.

Lebih lanjut, sebanyak 350 orang penerima PKH juga mendapatkan bantuan berupa tabungan sebesar Rp2 juta untuk periode satu tahun.

“Tapi diambilnya 4 (empat) kali, setiap 3 (tiga)  bulan diambil. Lihat di tabungannya. Baik untuk lansia, disabilitas, maupun untuk ibu-ibu peserta PKH,” ujar Presiden.

Tak lupa, untuk para penerima KIS yang berjumlah 347 orang, Presiden menjelaskan bahwa peserta KIS yang sakit dapat menggunakan KIS untuk berobat ke Puskemas.

“Tolong ke Puskesmas dulu. Kalau pilek jangan langsung ke rumah sakit,” ungkapnya.

Walaupun demikian, bila peserta KIS dirujuk ke rumah sakit oleh Puskesmas, maka pihak rumah sakit harus tetap melayani dengan baik.

“Harus dilayani dengan baik dan sama, tidak dibeda-bedakan. Kalau ada rumah sakit yang tidak semestinya (melayani) tolong dilaporkan ke Menteri Kesehatan atau saya,” ujar Presiden.

Usai acara tersebut presiden melanjutkan perjalanan ke SMP Negeri 2 (Dua) Ambon untuk menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *