Gonggong : Orientasi Berubah, Banyak Pemimpin Bermental Pejabat

Ambon – Berita Demokrasi Maluku. Keterpurukan  negeri ini  setelah mencapai   kemerdekaan 71 tahun lalu,  adalah karena  para  pemimpin  di Indonesia  lebih bermental pejabat  ketimbang  menjadi  seorang  pemimpin sejati   hal ini diungkapkan  oleh  peneliti  dari Lembaga  Ilmu Pengetahuan Indonesai (LIPI), Dr Anhar Gonggong  saat meyampaikan   materi dalam  acara  seminar nasional yang bertema  “Semangat  Hari Pattimura  dan Kebangkitan Nasional  Untuk Kebhinekaan Indonesia”  yang berlangsung di   gedung Auditorium  Xaverius  pada  Kamis (18/5) pekan kemarin.

Diungkapkan, seorang pemimpin sejati   adalah orang yang   sudah  melampaui dirinya, yaitu  orang yang rela mengorbankan dirinya bagi kepentingan  masyarakat,

Menurut dosen tetap  Universitas Indonesia ini,  pemimpin sejati seperti   Presiden RI yang pertama , Ir Soekarno  dan Wapresnya  Dr Muhamad Hatta, Kapitan Pattimura  dan Pahlawan Nasional lainnya,  adalah contoh  pemimpin tidak mementingkan diri, karena Mereka  rela untuk ditangkap , diasingkan  bahkan  sampai dihukum mati demi membela Rakyat dengan mengusir penjajah dari Negeri ini   dan   memperjuangkan  Kemerdekaan  Indonesia.

“Kalau  misalnya, saat itu  Bung Karno,Bung Hatta atau Pahlawan Nasional lainnya  mau menawarkan diri  untuk bekerja sama dengan Belanda, maka sebagai orang –orang  yang pintar dan berpegaruh, Mereka  akan  diberikan jabatan, fasilitas  dan  hidup enak, tetapi  sebagai akibatnya,  Kita tidak akan mencapai kemerdekaan itu “  jelas Gonggong

Menurut peneliti  LIPI itu  ,   saat ini orientasi  para   pemimpin sudah berubah jauh,  karena banyak yang hanya mengejar jabatan untuk kepentingan  diri sendiri, sehingga  akhirnya malah  bermuara  pada   tindak  pidana   korupsi.

Intelektualitas para  pemimpin di masa  kini  juga  sudah jauh  berkembang  pesat, “ kalau  jaman dulu orang pintar tidak banyak tetapi negara maju,  sekarang orang pintar semakin  banyak   tetapi negara malah terpuruk”  sebutnya.

Dijelaskannya, kontaks  perayaan Hari Pattimura bagi Generasi Muda Maluku adalah,  semangat dari jiwa   dari  Kapitan Pattimura harus  terus hidup dan   menjadi pendorong bagi  masyarakat Maluku  untuk meraih  kehidupan   yang lebih  baik   yang menuju pada kemakmuran, bukan  sebagai ritual semata,  dimana  setelah selasai perayaan semangat itu hilang.

Untuk itu, di hadapan  peserta yang terdiri dari guru sejarah dan mahasiswa jurusan sejarah  Unpatti,   Sejarahwan ini juga    menitipkan pesan   bahwa sebagai generasi masa depan, mereka  harus banyak berpikir dan bekerja,  dengan cara  banyak menulis dan membaca  buku “berapa banyak buku yang kalian baca setiap hari? “ Tanyanya

Bahkan menurut Sejahrawan ini ,  jika  mahasiswa tidak menulis dan membaca, maka sebaiknya mereka  keluar dari jurusan sejarah,  pasalnya  Mereka tidak akan hidup tanpa menulis dan membaca(D-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *