Fatwa Yakin Menang Di MK

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Pasangan bupati terpilih Petrus  Fatlalon-Agus Utuwaly yakin KPUD Maluku Tenggara Barat (MTB)   bakal  memenangkan pertarungan di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan sengketa perkara Pilkada nomor :  12 dan 49 yang digugat oleh pasangan nomor urut 2 (dua) atas nama Paulus Werembinan-Yusuf Silety  dan pasangan nomor urut 1 (satu)  atas nama Dharma Oratmangun- Markus  Farkmemele.

Calon bupati terpilih kepada Berita Demokrasi Maluku.com di  Ambon Jumat (31/3-2017) mengemukakan ; saat ini perkara di MK sudah berjalan 2 (dua) minggu  dimana sampai saat ini sudah sampai dengan  tanggapan baik dari pihak tergugat yakni KPUD MTB maupun kami sebagai turut tergugat.

“Menurut apa yang saya ikuti di MK maka saya dapat katakan  KPUD dan kami sebagai turut tergugat akan menang yakni MK akan menolak gugatan dari pihak pengugat karena tidak memenuhi ketentuan undang-undang dimana perbedaan  perolehan ambang batas  suara antara 1 (satu) – 2 (dua) %  dapat diajukan gugatan ke MK sementara perbedaan perolehan suara antara Fatwa dengan nomor urut  1(satu)  adalah 7 %  nomor urut 2 (dua) 15 %, “jelasnya.

Terkait bukti-bukti yang ada juga lemah dan tidak memadai seperti keterlibatan bupati dan  Aparatur Sipil Negara (ASN)  dalam pilkada

“Padahal hal ini sangat berbalik dengan apa yang terjadi di sana, pasangan Fatwa bukan petahana, tetapi pasangan Paulus Werembinan – Jusuf Silety merupakan pasangan petahana yang memiliki struktur yang jelas,” bebernya.

Selain itu, lanjut dia, salah satu Istri pasangan yang menggugat merupakan PNS dan saat ini menjabat kepala BKD MTB. “Saya bukan PNS, begitu juga istri saya bukan PNS. Sebetulnya tuduhan yang disampaikan kepada pasangan kami sangat tidak mendasar,” ucapnya.

Bupati MTB secara institusi tidak berpihak kepada siapapun, hanya punya hak suara ketika masuk ke TPS  karena beliau punya hal suara Selain itu beliau adalah kader PDI-Perjuangan dimana dalam SK Timsus beliau adalah Ketua Dewan Pengarah. Bupati juga   sempat mengeluarkan surat edaran melalui media, agar PNS di Pemkab MTB harus netral,” katanya.

Dijelaskan lebih lanjut, Kalau MK menolak gugatan dari paslon no urut 1 (satu) dan 2 (dua) , selama 3 (tiga)  hari setelah putusan, KPU harus melakukan rapat pleno untuk menetapkan pasangan calon terpilih,
kemudian akan diusulkan ke DPRD Kabupaten MTB untuk rapat paripurna pengusulan bupati dan wakil Bupati terpilih.

kemudian diusulkan ke Gubernur selanjutnya proses pengajuan  SK  melalui Gubernur Maluku ke  Kementrian Dalam Negeri,” rincinya.

Setelah dilantik Fatlolon mengaku akan membuka diri kepada semua pihak. “Saya sebenarnya berharap kandidat no urut 1 (satu) dan 2 (dua) pada tanggal 16 lalu mengucapkan selamat kepada saya,” kata Fatlolon.

Sebagai contoh pilkada kota Ambon dan DKI Jakarta, hal ini patut diajukan jempol dan ditiru oleh kabupaten MTB serta kabupaten lain di Maluku.

Pada akhir wawancaranya Fatlalon mengucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah daerah, KPUD, TNI-POLRI maupun seluruh masyarakat MTB yang telah mendukungnya selama proses pilkada berlangsung hingga selesai sembari berharap   masyarakat bersatu padu mendukung dirinya dan pasangan guna membangun MTB kedepan.(D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *