Ekonom Minta Pemda Serius Garap “Peranakan Uang”

Ambon-Berita Demokrasi Maluku Pemerhati Ekonomi, Jacob Manuputty SH SE AMD menyatakan bahwa, sesungguhnya hulu dari program pembangunan adalah tiga kegiatan yakni program penyebaran, peranakan dan program penarikan uang.
Persoalan klasik yang terjadi pada daerah yang tingkat pertumbuhan ekonominya masih rendah adalah, belum maksimalnya Pemda menggerakan kegiatan peranakan uang , pasalnya jika ditinjau, jatah dana APBD bagi Daerah tidak pernah cukup bagi pembangunan infrastruktur maupun pembangunan SDM masyarakat di daerah tersebut.
Manuputty yang ditemui Kamis (31/8) menyatakan bahwa, salah satu kendala tidak cukupnya anggaran bagi pembangunan di daerah tertinggal yang berciri kepulauan seperti kepulauan Maluku adalah penjatahan Dana Alokasi Umum (DAU) ataupun Dana Alokasi Khusus (DAK) masih rendah karena dihitung berdasarkan luas daratan saja, padahal daerah tersebut umumnya didominasi oleh lautan. .
Manuputty mengungkapkan, saat ini yang masih dilakukan kepala daerah hanyalah masih berupa proyek penyebaran uang melalui proyek- proyek infrastruktur, tetapi belum ada yang serius untuk menggarap proyek peranakan uang seperti penciptaan dan pengembangan sentra produksi perdagangan dan ekonomi.
“Misalnya di Maluku belum ada keseriusan Pemda untuk menggarap sektor pertanian holtikultura, seperti sayuran, buah dan bumbu dapur , karena itu kebutuhan akan bahan pangan itu masih di datangkan dari luar Maluku, begitu juga dengan sektor Peternakan ” ungkapnya
Pria yang pernah mengenyam pendidikan di bidang ekonomi dan teknik ini mengungkapkan, program Peranakan uang sangat penting karena dalam perekonomian suatu daerah sirkulasi keuangan yang baik akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi, perlembagan maupun peralihan yang bertujuan untuk mengendalikan tingkat inflasi.
Menurut Manuputty, ketergantungan daerah terhadap pasokan pangan dari luar menyebabkan retan terjadinya inflasi, jika terjadi kelangkaan pasokan ataupun kenaikan harga salah satu barang pangan maka secara otomatis akan terjadi inflasi di daerah.
Ditambahkannya, meski membutuhkan investasi yang besar, pengembangan sentra produksi pertanian dan peternakan secara serius, harus dilakukan karena selain dapat mewujudkan ketahanan pangan daerah yang stabil juga dapat menambah inkam atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah tersebut
Terkait pegelolaan program, Jacob menyarankan program itu harus dikelola oleh perusahaan daerah, baik di tingkat Kabupaten maupun di Provinsi, “sehingga nantinya ada perusahaan daerah yang bisa me manage sentra pertanian dan perternakan masyarakat secara profesional”ungkapnya (D-3)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *