Data Ganti Rugi Tanaman Ruas Seri–Hukurila Berlebihan, Distan Kaji Ulang

Ambon – Berita Demokrasi Maluku.  Proses Pembayaran  ganti rugi tanaman warga,  akibat  proyek Ruas   jalan lingkar Seri- Hukurilla    mengalami kendala,   Dimana   Dinas Pertanian  kota Ambon    yang saat ini  sedang menghitung   besaran  biaya  kompensasi  tanaman tersebut , menyusul   meragukan  berkas  data     jumlah tanaman  warga yang  tergusur   yang  diterima mereka   dari   Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon pada Senin (15/5) kemarin.

Pasalnya dari data yang  disampaikan  oleh DPRD tersebut, tercatat  ada  di bagi dua kalsifikasi yakni  957 pohon besar dan 1.393 pohon kecil, sementara  untuk jenis pohon  yang tergusur adalah : Kelapa, Mangga, Durian, Kenari, Lemon,  Kasuari, Alpukat,  Gandaria ,  Ganemo. Tomi-tomi, Cengkeh, Pala Mayang dan sebagainnya .

Untuk  persoalan ini,  Kepala Dinas Pertanian dan  Ketahanan Pangan  Kota  Ambon,   Ir  G. Denny Nendissa yang ditemui Berita Demokrasi Maluku  Rabu  (17/5)  menyatakan,  bahwa saat ini  pihaknya  sedang  mengkaji ulang  data  jumlah  tanaman   berdasarkan data  tersebut,  pasalnya jumlah pohon yang harus diganti rugi  tergolong banyak.

Menurut  perhitungannya untuk  jalan sejauh  tiga  kilometer dengan lebar  15 M  maka kalau dikalkulasi   luasnya  menjadi  4,5 Ha, ada areal  dengan luas  tersebut jumlah pohon  yang bisa tumbah kira-kira   1.200   pohon,   bukan jumlah yang mencapat  2.350  pohon   seperti yang tertulis pada data  dari DPRD tersebut,”kan tidak mungkin pohon tumbah diatas pohon” ungkap Nendissa

Untuk  itu, maka  Dinas  Pertanian kota Ambon  akan mengambil langkah  dengan  turun  ke lokasi untuk menverifikasi   dan mengkalkulasi ulang   jumlah pohan  pada areal tersebut.

Upaya  “on the spot” lapangan ini   sekaligus untuk melihat bukti- pohon yang telah ditebang, “ kalau untuk pohon seperti batang kelapa kalau sudah  ditebang maka buktinya pasti ada di pinggir jalan,  kalau  ada yang sudah ambil, maka tidak akan diganti”  tegas Nendissa.

Selain itu, Kadis yang menjabat sejak 30  Januari lalu itu    juga mempersoalkan dokumen  data  jumlah  pohon yang tidak ditandatangani oleh  Pemerintah  Dusun  Seri

Nendissa  juga   menyalahkah pihak kontraktor yakni CV Cahaya Mandiri Abadi,   yang  langsung  melakukan pengusuran tanpa mendata dahulu jumlah tanaman   “seharusnya di identifikasi dulu jumlah tanaman yang akan ditebang,   baru gusur” sesalnya

Disingung mengenai proses pembayaran, Kadis mengungkapkan, pihaknya  hanya menghitung  saja jumlah tanaman  untuk pembayaran  bukan  tangungjawab  dinasnya.

Sebelumnya, terkait belum dibayarnya ganti rugi  material  dan  tanaman warga, maka DPRD Kota Ambon melakukan rapat dengar pendapat bersama pihak Kontraktor  yakni  CV Cahaya Mandiri Abadi , instansi TNI/Polri dan Pemerintah Dusun Seri.pada Selasa (9/5) lalu.(D-3)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *