Dari Peringatan Hari Nusantara 2017 Maluku

Jadikan Laut Sebagai  Ruang  Hidup 

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Peringatan  Hari Nusantara 2017 di Ambon Maluku digelar  dalam upacara bersama yang berlangsung di halaman kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku JL. Dr.Siwabessy- Benteng Ambon.

Upacara berlangsung dalam suasana Khidmat dengan inspektur upacara Wakil Gubernur Maluku Drs.Z. Zahaburua,SH, sekaligus membacakan   sambutan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Menurutnya,  sebagai Negara kepulauan (Archipelagic States),  laut yang berada diantara ribuan pulau dinyatakan sebagai laut nusantara (Mare Nostrum), dan merupakan wilayah kedaulatan mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia , perairan laut yang terletak diantara ribuan pulau tersebut bukan sebagai pemisah melainkan sebagai pemer-satu kedaulatan bangsa Indonesia.Deklarasi Djuanda yang dicetuskan oleh dr. Juanda pada tanggal 13 Desember tahun 1967  merupakan tonggak bagi penyatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh, di antara pulau yang satu dengan yang lain,  tidak terdapat laut internasional.

Melalui pernyataan diri sebagai Negara Kepulauan, maka laut bukanlah pemisah tetapi justru pemersatu bangsa.

Melalui Deklarasi ini, prinsip-prinsip wilayah laut negara kepulauan diterima, sehingga wilayah laut Indonesia bertambah luas menjadi kurang lebih 5,8 juta km2.

Menurut dia, peringatan hari nusantara tahun 2017, dibawah tema “Gotong Royong Dalam Kebhinekaan Nusantara Guna Mewujudkan Indonesia sebagai poros Maritim Dunia”, maka konsep wawasan nusantara harus diimplementasikan dalam realitas kemajemukan bangsa ini.

“Kenyataan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, telah melahirkan budaya kemaritiman yang melekat pada sebagian besar warga Maluku yang memang hidup dipesisir. Aktivitas melaut telah menginspirasi lahirnya berbagai model kearifan lokal yang berbasis karakter kelautan” ungkapnya.

Dikatakan juga, inspirasi peringatan Hari Nusantara akan membangun karakter jiwa bangsa Indonesia yang berwawasan bahari, dan menjadikan laut sebagai ruang hidup dan ruang juang bangsa Indonesia. (D-02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *