Dari Forum SKPD Dinas Penanaman Modal Maluku Investasi Maluku 2015 Melebihi Target

Ambon, BeritaDemokrasi Maluku

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanana Terpadu Satu Pintu Provinsi Maluku Jumat (17/2-2017) menggelar forum SKPD yang berlangsung selama 2 hari yakni 17-18/2 bertempat di Hotel Elizabet Ambon.

Dalam sambutan Gubernur Maluku Ir. Said Assagaf yang dibacakan oleh Assisten II Setda Maluku Ny. M. Lopulalan dikatakan,  forum SKPD  memiliki nilai strategis dan signifikan dengan derap pembangunan daerah dalam rangka memberikan masukan bagi Pemerintah Daerah  untuk  pengembangan dan peningkatan investasi, penyiapan kebijakan dan peraturan di bidang Penanaman Modal, sekaligus mengidentifikasi, menginventarisasi  hambatan dan permasalahan pelaksanaan penanaman modal (khususnya PMDN dan PMA ) di daerah serta peningkatan pelayanan perijinan  Non perijinan di daerah.

Dengan demikian kegiatan ini diharapkan akan mampu mendorong peningkatan dan pengembangan proyek penanaman modal, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) .

Menurutnya, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi  Maluku 2014 – 2019 salah satu   adalah   Pe ningkatan   Perbaikan   Iklim   Investasi   yang   kondusif   yang merupakan faktor penting untuk meningkatkan investasi di Provinsi Maluku.  Untuk   mewujudkan   hal    tersebut   perlu   pembenahan   kelembagaan, sumber  daya  manusia,  dan  tata   laksana yang meliputi antara lain penyempurnaan sistem dan prosedur berinvestasi,transparansi informasi bisnis, peningkatan pelayanan,  persaing-an  usaha yang sehat, pemberian insentif, stabilitas ketentraman dan  ketertiban, ketersediaan tenaga kerja, kepastian hukum dan infrastruktur pendukung.

Disamping itu   juga   untuk   mendukung   pembangunan   ekonomi, peran   investasi daerah  perlu  ditingkatkan  melalui  perusahaan  daerah  yang  sehat  dan maju.

Selanjutnya dikatakan, perkembangan realisasi  investasi di Provinsi Maluku pada tahun 2015 sebanyak 26 proyek dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp  1.029.866.250.000,- atau sebesar 147,12% dari target realisasi investasi yang ditetapkan dan pada tahun 2016. Realisasi investasi sebayak 28 proyek dengan nilai realisasi investasi   Rp.1.386.912.900.000,- Nilai tersebut melebihi target yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat untuk tahun 2016 melalui BKPM RI yang sebesar Rp. 800.000.000.000,- atau dengan kata lain realisasi investasi pada tahun 2016 sebesar 173,36% dari target yang ditetapkan, rincinya.

Lebih lanjut dikatakan, keinginan untuk melakukan investasi di daerah Maluku ini tentunya telah diperhitungkan  secara matang oleh investor karena memang kondisi Maluku pada umumnya telah kembali normal di satu sisi, dan pada sisi lainnya Daerah Maluku memiliki potensi sumberdaya alam yang menonjol terutama di Bidang Perikanan, Perkebunan, Pariwisata, pertambangan  dan bidang-bidang lainnya.

Untuk itu, dalam rangka meningkatkan perkembangan penanaman modal di daerah, maka strategi dan kebijakan pengembangan penanaman modal di Provinsi Maluku   diarahkan pada Perbaikan / pemulihan perekonomian daerah melalui upaya menggerakan kembali kegiatan investasi di Daerah,Menciptakan iklim investasi dan iklim usaha yang lebih kondusif di daerah, antara lain dengan menyediakan insentif/kemudahan, menghapus/mengurangi pungutan-pungutan serta memberikan pelayanan One Stop Service,Mempercepat pembangunan dan penyediaan infrastruktur penunjang kegiatan investasi di DaerahMengembangkan SDM baik aparatur Pemerintah maupun pelaku usaha di Daerah,Meningkatkan Sistem pelayanan perijinan di daerah,Meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan promosi investasi melalui kerjasama dan program investasi dalam dan luar negeri serta pelayanan informasi melalui internet,Meningkatkan pengendalian dan pengawasan penanaman modal di Daerah,Meningkatkan kualitas data dan informasi penanaman modal di Daerah.

Lebih lanjut dikatakan, dalam era otonomisasi ini, persaingan antara daerah semakin ketat, dimana masing-masing daerah berupaya untuk menarik investor sebanyak mungkin dengan memberikan kemudahan-kemudahan yang lebih menarik dalam bentuk insentif khusus dari daerah agar dapat menggairahkan minat investor menanamkan modalnya.

Saat ini setiap Daerah secara eksklusif mengandalkan promosi  investasi yang berbasiskan potensi sumberdaya alam yang dimiliki oleh tiap-tiap Daerah yang menjadi unggulan  daerah dalam menarik investasi ke daerahnya masing-masing.

Dan untuk menjemput masuknya investasi ke daerah Maluku diperlukan kesiapan aparatur baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang profesional di bidang Pelayanan Penanaman Modal dalam rangka memberikan pelayanan prima  kepada masyarakat khususnya kepada pelaku usaha disertai dengan strategi promosi yang tepat dengan kemampuan melahirkan image building yang positif  yakni  pemberian citra daerah yang baik bagi pelaku usaha dan dunia luar.

Olehnya itu saya berharap Rapat Forum SKPD ini, dapat melahirkan konsep, ide dan gagasan yang kontekstual sesuai dengan tujuan dari pada penyelenggaraan kegiatan ini, sehingga bermanfaat bagi pembangunan ekonomi  di Provinsi Maluku.

Saya yakin dan percaya dengan semangat kerja keras dan motivasi yang tinggi, kita dapat merubah kendala menjadi tantangan, tantangan menjadi peluang dan dari peluang menjadi keberhasilan.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu pintu provinsi Maluku Fauzan Khatib mengatakan, peserta yang mengikuti kegiatan forum SKPD kali ini berasal dari 11 kabupaten/kota di Maluku serta Dinas instansi terkait yang ada di provinsi Maluku sedangkan pembicara berasal dari kementrian, Dinas Perdagangan dan Prinakan Provinsi Maluku. (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *