Buka Diklat Prajabatan, Bupati Malteng Sindir PNS Tak Berkompeten & Indispliner

 Masohi – Berita  Demokrasi  Maluku. Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, SH.  membuka Diklat Prajabatan CPNS7.7 Golongan I, II, dan III, Pengangkatan Formasi Honorer Kategori 2 di Lingkungan Pemda Maluku Tengah.

Kegiatan yang digelar di Aula SKB  Masohi tersebut, diikuti oleh  sebanyak 75 peserta , terdiri dari 1  peserta golongan II  yang  dari Pemkab Buru Selatan. Sedangkan  13 peserta golongan III berasal dari  Maluku Tengah , sementara untuk golongan II  dari Pemkab Malteng ada   60 Peserta dan  untuk golongan I diikuti oleh  satu  peserta .

Dalam penyampaian sambutannya saat membuka acara tersebut, Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, SH  mengungkapkan  mengingat  mengingat tujuan dan out put kegiatan Diklat ini diarahkan pada upaya memperdalam pengetahuan, ketrampilan dan profesionalisme kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam rangka peningkat kualitas tugas dan kompetensi jabatan dalam penyelenggaraan Pemerintah dan pembangunan sesuai Ruang lingkup pengabdian masing-masing.

“ Justru itu perlu Saya tegaskan bahwa ,Diklat Prajabatan ini sangat penting dan strategis serta wajib diikuti oleh setiap Calon PNS untuk meningkatkan kompetisi serta mempersiapkan diri menjadi seorang PNS dalam rangka menjawab harapan dan tuntutan masyarakat serta daerah ini maupun perkembangan nasional dan tantangan global untuk mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik”,harap Bupati.

Selain itu, Tuasikal menambahkan.  selama   dua  periode ini,  sudah terlampau banyak  dirinya  telah  mengalami dan menyaksikan berbagai pengalaman yang membuktikan bahwa masih sering terjadi perilaku dan praktek-praktek yang tidak simpatik yang dilakukan  PNS saat menjalankan tugas dan kewajibannya

Bahkan yang lebih ironis lagi, banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak disiplin dan tidak memiliki kompetisi yang memadai dalam menjalankan tugas dan kewajibannya setiap hari. Padahal mereka selalu menuntut gaji yang tinggi serta berbagai fasilitas dan kemudahan lainnya dari atasan atau dari pemerintah.

“Kondisi seperti yang saya kasih contoh itu tentu memprihatinkan bagi kita semua karena pada kenyataannya prestasi, dan kinerja ASN tidak berbandingan lurus dengan harapan masyarakat. Akibatnya citra ASN makin negatif dan sering kali dipandang sebelah mata oleh masyarakat karena sering melakukan  pelanggaran terhadap Kode Etik, sumpah dan janji pegawai, lalai dalam menjalankan kewajiban serta melakukan pelanggaran-pelanggaran disiplin lainnya”,ingat Abua.

Untuk itu, diharapkan agar setelah mengikuti Diklat Prajabatan ini, ini saudara-saudara mampu menempatkan diri sebagai sebagai ASN yang berkualitas, jujur, disiplin, bertanggungjawab, serta loyal dalam menjalankan tugas dan kewajiban. olehnya itu,

” Tentu saja saudara-saudara harus serius dan disiplin serta mengarahkan seluruh daya dan kemampuannya secara cermat dan cerdas, dalam mengikuti dan memahami dengan baiksemua materi yang diberikan oleh narasumber”, tutup Abua(Polly Lewerissa).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *