BLK Ambon Kembali Buka 12 Kejuruan

Ambon Berita Demokrasi

Balai Latihan Kerja (BLK) Ambon dalam tahun anggaran tahap pertama (I)  2018 bakal melatih ratusan tenaga kerja baik laki-laki maupun perempuan  dalam 12 kejuruan.

Kepala BLK Ambon Salsa Mulyata, SH, Msi kepada pers di ruang kerjanya Rabu (18/1/2018) mengemukakan, proses perekrutan sudah berjalan, tadi telah dilakukan test   pengetahuan dan  ketrampilan dan akan dilanjutkan besok  dengan test wawancara.

Menurutnya,  pada tanggal (25 /1/2017) akan dilakukan pembukaan pelatihan bertempat di aula BLK , pelatihan akan dibuka oleh gubernur Maluku Ir. Said Assagaf.

Selanjutnya Mulyata katakan, untuk tahap pertama,  dibuka 12 kejuruan antara lain : kejuruan teknologi informasi dan komunikasi, kejuruan teknik otomotif, kejuruan teknik las, kejuruan teknik listrik, kejuruan teknik elektonika, kejuruan refrigration, kejuruan pariwisata, garmen apparel, kejuruan bangunan, kejuruan pertanian, kejuruan proccesing yang meliputi [engolahan hasil pertanian dan perikanan.

Semua kejuruan telah terisi, yang kurang hanya pada kejuruan las. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti pada tahapan berikut, boleh mendatangi BLK – Ambon dengan membawa KTP.  “Jadi tak perlu ijasah apapun, hanya membawa  KTP , karena tujuan pemerintah adalah bagaimana melatih para tenaga-tenaga kerja yang ada agar dapat memiliki pengetahuan dan ketrampilan dibidang kejuruan yang dipilihnya, yang pada akhirnya dapat  bekerja sesuai bidangnya ataupun dapat membuka usaha sendiri lewat ketrampilan yang didapat selama mengikuti palatihan, demikian Mulyata.

Terkait pelatihan di kabupaten yang belum miliki BLK Mulyata katakan, dapat mengajukan  proposal kepada BLK  Ambon , dimana proposal itu  bakal diteruskan ke Kementrian ataupun  BLK pusat, katanya pula.

Selain  kabupaten desa-desapun dapat  mengajukan program pelatihan dengan memanfaatkan dana desa. “Kami siap memberikan pelatihan bagi desa-desa  ataupun  kabupaten-kabupaten yang membutuhkan. Untuk saat ini BLK Ambon memiliki 2 (dua) BLK binaan yakni Masohi dan  Tual, sementara berproses Aru, demikian Mulyata.  (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *