Belum Bayar Material & Ganti Rugi Tanaman, Ruas Seri- Hukurilla Terhambat

Hearing Komisi III DPRD Kota Ambon 

Ambon – Berita Demokrasi Maluku.Persoalan  pembangunan  ruas  jalan  Lingkar  Seri- Hukurila  yang sempat terhambat  karena  mendapat  penolakan dari  masyarakat mendapat    perhatian  serius dari DPRD Kota  Ambon

Untuk itu Komisi III,  yang  dikomadoi oleh  Cristian Laturiu didampingi  Cristian Latumahina  mengadakan  rapat dengar pendapat (Hearing) dengan  sejumlah pihak terkait persoalan tersebut.

Pihak  yang  menghadiri  rapat  yang berlangsung  pada Selasa 09.00 WIT    yakni   pihak TNI/Polri yang diwakili  Komandan  Rayon Militer(Dan ramil) 1504-06 Nusaniwe , Kapten   Inf  Melly Putranubun  dan   Kapolsek  Nusaniwe, AKP Vitalis Goleng,  pihak kontarktor  dari CV Cahaya Mandiri Abadi  diwakili oleh  Tri Sutrisno  dan  Pemerintah  Dusun, seri  Kepala Dusun  dan   seorang staf  lapangannya.

Dalam  rapat  yang berlangsung  di ruang sidang utama ,  Balai Rakyat  DPRD   Kota Ambon, Belakang Soya  itu ,  Anggota komisi III DPRD Kota Ambon,  Ari Sahertian  membeberkan bahwa   untuk persoalan ini  komisi III  telah turun ke lokasi  sebanyak dua kali,  sehingga  ada  dua  permasalahan  yang  berhasil ditemui, yaitu   persoalan material , yakni  batu dan pasir  yang belum dibayar oleh kontraktor  dan  masalah pembebasan  lahan.

Untuk itu anggota DPRD dari  PKBini  meminta pihak ketiga  untuk berkoordinasi dengan  Pemkot Ambon ,  pasalnya ini adalah  permasalahan  hak masyarakat yang belum dipenuhi.

Sementara  Leonora  Far-Far menyoroti,  lemahnya koordinasi pihak  kontraktor  dengan Pemerintah Dusun Seri,  di saat proses awal  melakukan pengerjaan.  “ itu seharusnya pihak kontarktor  harus,  kalau  orang  Ambon  bilang  “ buang suara”  dulu  ke Pemerintah Negeri, karena  material, batu dan pasir diambil dari situ.

Anggota DPRD dari Fraksi PDIP ini,  juga  menyoroti  akurasi data  tanaman yang  telah  dan akan   ditebang,  dimana  pihak kontraktor  tidak akurat  dalam melakukan  pendataan  terhadap tanaman- tanaman  “ karena  ada tanaman produktif  tetapi ditulis tidak produktif “ kritiknya

Meski  Dia  mengakui bahwa,  imbas dari adanya proyek tersebut telah memberdayakan  anak- anak daerah di  sekitarnya,  namun   Legislator  perempuan ini  mengingatkan kontraktor untuk  mempersiapkan data yang lebih valid  terkait ganti- rugi tanaman.

Perhatian  terhadap kondisi sosiologis masyarakat diungkapkan oleh,  Ali Ohorella , karena menurutnya jika  pihak ketiga tidak  respons  terhadap perubahan sosiologi di masyarakat  dapat   mengakibatkan  benturan fisik.

Dia juga mengigatkan,  masyarakat tidak menegerti   prosedur dan tahapan(Protap) ganti rugi dari pihak  Pemkot  Ambon,   karena itu  kontraktor  harus  proakatif,  sehingga bisa mengetahui berapa banyak  material yang telah diambil untuk pekerjaan ini  sehingga bisa  secepatnya dibayarkan .

Sementara wakil dari  pihak  kontarkator yakni,  CV Cahaya Mandiri Abadi, Tri Sutrisno   saat  memberikan  tanggapannya menyatakan, sangat mengharapkan dukungan dari semua  pihak, baik masyarakat di lokasi maupun  aparat keamanan .

Tri Sutrisno  mengungkapkan  sebelum  memulai pengerjaan pihaknya harus mengkaji dulu  pengerjaanya di lapangan karena kondisi di lapangan berbeda dari perencanaan ,  selain itu,

Ia  juga menegaskan,  pihaknya hanya  berkonsentrasi pada pengerjaan fisik dari proyek ini, karena  masalah ganti rugi tanaman  adalah  tanggung  jawab dinas PU  Provinsi.

Ditambahkannya,  terkait  pembayaran material,  sebelumnya  telah ada kesepatakan   tidak tertulis dengan  pemilik,  untuk proyek ruas jalan ini   Tri Sutrisno mengaku,  harus mengejar tengat waktu supaya sesuai dengan volume  yang tertera di kontrak    yaitu  harus dirampungkan  bulan Oktober ini.

Dari informasi yang dihimpun, proyek  jalan lingkar Seri- Hukurila ini sudah hampir menyelesaikan tahap satu, yakni sejauh 4 Km  , tetapi  proyek  ini  agak terhambat setelah ada  penghadangan oleh masyarakat , dan juga ada  insiden pemukulan  salah satu  karyawan ,  CV Cahaya Mandiri Abadi,   (D-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *