Maluku Harus Punya Bahasa Sebagai Alat Pemersatu

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Fredy Latumahina, politisi senior Golkar mengingikan Maluku punya bahasa sebagai alat pemeersatu.

“Yach saatnya Maluku punya bahasa,  karena saat ini alat pemersatu masyarakat Maluku yaitu ikatan pela gandong sudah mulai terkikis”. Kita ingat konflik Maluku, itu pertanda semakin terkikisnya ikatan pela-gandong.

Mungkin saat ini, pela gandong masih relevan tapi dengan berjalannya waktu , itu akan semain terkikis, karena itu untuk generasi yang akan datang,   harus menjadikan bahasa Maluku sebagai bahasa pemersatu, kita lihat bahasa Jawa luar biasa pengaruhnya sebagai alat pemersatu bagi suku Jawa, demikian Fredy Latumahina kepada Berita Demokrasi Maluku dan Pela Ganding.com Sabtu (10/11/2018) di Mutiara Hotel Ambon-Maluku.

Pelaksanaannya tidak  sulit, kalau memang semua pihak baik pemerintah maupun DPRD sudah setuju,  maka  harus dimasukan kedalam curiculum sekolah, diajarkan kepada semua murid pada semua tingkatan mulai dari SD sampai dengan perguruan yinggi, agar  cepat dikuasai.

Kalau sudah masuk curiculum,  berarti dimasukan dalam dana APBD dan itu tak akan lama, butuh waktu 6 (enam) tahun untuk semua orang bisa menguasainya, karena dari SD,SMP,SLTA s/d perguruan tinggi diajarkan.  Untuk yang dewasa diberikan kursus-kursus, katanya pula.

Bahasa yang digunakan adalah bahasa Hitu karena pada tahun 1960-an saat .kabinet gotong Royong dan DPR GR , bahasa Hitu sudah ditetapan sebagai bahasa Maluku dan sudah dijalankan di Maluku saat itu namun karena pergantian pimpinan daerah ke militer, dimana pemerintahan lebih dititik-beratkan pada masalah keamanan dan startegynya  maka budaya dan lain-lainnya terabaikan, kata Fredy. (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *