43,8% Pemilih Ingin Gubmal Baru

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Lingkaran Survei Indonesia (LSI)- KCI merilis hasil survey  per  Sep-tember  2017, menyebutkan  ke-inginan pemilih  Maluku akan pe-mimpin baru ke depan lebih besar dari keinginan untuk tetap mem-pertahankan gubernur lama (peta-hana) Ir. Said Assagaf.

Dari data yang ditampilkan terlihat 43,8% menyatakan mereka meng-inginkan  Maluku kedepan dimpin oleh  pemimpin baru,  sementara yang menginginkan pemimpin lama (petahana) sebesar 31,2%,  yang tak berpendapat sebesar 25%, demikian Ikram Masloman Manager Operasional LSI  dalam konfrensi pers Rabu (18/10/2017) bertempat di lantai 2 (dua) City Hotel Mardika Ambon.

Survey dilakukan pada  11 kabu-paten/kota di Maluku dengan jumlah responden sebanyak  660 dengan menggunakan metode  Multistage random sampling.

Menurut dia, penyebab   masyarak-at menginginkan gubernur karena  selama  kurang lebih  5 (lima) tahun kepemimpinan Assagaf mereka tak merasakan ada perubahan   terutama dalam kehidupan kese-hariannya,  tak ada peningkatan hidup, ekonomi mereka stagnan saja,  dengan presentase 52,4%, sedangkan 39,7 % mengatakan bahwa kehidupan ekonomi mereka berubah .

Jika dibandingkan survey pada bulan Mei 2017  pemilih  meng-inginkan gubernur baru sebesar 32,4% sedangkan pada bulan September  naik menjadi 43,8%, jadi ada peningkatan sebesar 11,5%. Apabila hal ini terus meningkat maka akan menjadi ancaman bagi petahana, demikian Ikram.

Selanjutnya dikatakan, mereka yang menginginkan gubernur baru hampir merata di 11 kabupaten/kota kecuali, Maluku Tenggara, Kota Tual dan   kabupaten Buru . Sedangkan untuk segmen  laki-laki dan perempuapun demikian. Untuk laki-laki yang menginginkan guber-ur baru sebanyak 46,2% dan 30, 1% menginginkan gubernur lama/ saat ini,  sisanya 23,7% tak berpendapat, perempuan yang meng-inginkan gubernur baru 41,4% sedangkan menginginkan yang lama 32,3%, sisanyan 26,3% tidak tahu/tidak menjawab.

Lebih lanjut Ikram katakan, untuk segmen pemilih berbasis agama pun  yang menginginkan gubernur baru  masih lebih besar dibanding kan yang menginginkan gubernur lama. Untuk pemilih  Muslim yang ingin gubernur baru sebesar 42,0%,  menginginkan gubernur lama sebesar 38,0% sisanya tidak tahu sebesar 20,0% , jumlah pemilih Muslim berdasarkan populasi survey sebanyak 52,90%. Untuk pemilih protestan dengan populasi survey sebesar 42,90%  yang menginginkan gubernur baru 44,0% sedangkan menginginkan gubernur saat ini sebesar 26,4% sedangkan 29,5% tidak tahu/tak menjawab. Untuk pemilih berbasis Katolik dengan populasi survey sebanyak 3,50%,  hanya 29.8% yang menginginkan gubernur baru sedangkan 45,2% mengingnkan gubernur lama, sisanya 25,0%,  menyatakan tak tahu/tak menjawab.

Untuk lainnya  dengan populasi survey 0,20% Terlihat bahwa yang menginginkan gubernur baru 100 %.

Untuk tingkat pendidikan  SD dibawahnya yang menginginkan gubernur baru 38,5% sedangkan menginginkan gubernur lama 33,2%, tidak tahu/ tidak menjawab sebesar 28,3%, SLTP sederajat 40,1% menginginkan gubernur baru, 22,3% ingin gubmal lama,  37,6% tidak tahu/tak menjawab , SLTA sederajat 47,0% menginginkan gubernjr baru, 33,4% menginginkan gubernur lama, 19,6% tidak tahu/tak menjawab Pernah kuliah atau diatasnya 49,5% menginginkan gubernur baru 31,4%,  tidak tahu/tak menjawab sisanya sebesar 19,1 % tidak tahu atau tidak menjawab.

Dari sisi Elektabilitas Ir. Said Assagaf (petahana) masih memimpin yakni  32,3% untuk data bulan September 2017, sedangkan untuk bulan Mei 31,1%  terjadi selisih 1,2% cenderung stagnan sedangkan untuk calon lainnya Murad Ismail pada bulan Mei 1,2% September 10,9 % dengans  selisih 9,7%  cenderung naik, Herman Koedoboen 7,3% Mei, September  5,4% , Barnabas Orno 4,3%  menjadi 8,8 % naik 4,5%, cenderung naik, Tagop Soulissa 3,4%-1,9% cenderung stagnan.

Dari sisi popularitas Ir. Said Assagaf Oktober 2017  Ir. Said Assagaf 92,60 telah mencapai puncak, Murad Ismail 41,60 %, Herman Koedoboen 54,0%, Tagop Soulissa 21,5%.

Sedangkan untuk keterpilihan : Ir Said assagaf 32,3%, Murad Ismail 10,9 %, Barnabas Orno 8,8%, Herman Koedoboen 5,4%, Komaruddin Watubun 1,9%, Tagop Sudarsono Soulissa 1,9%, Bitzael S. Temmar 0,5%, Maickel Wattimena 0,2%, Abdullah Tuasikal, 6,8%, Abdullah Vanath 8,4%, , Andareas Rentanubun, 0,5%, demikian Ikram.(D-02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *