Wagub Hadiri Santika Ramadhan Fest 2019

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Wakil Gubernur Maluku Drs. Barnabas Nataniel Orno Selasa (07/05/2019) menghadiri Santika Ramadhan Fest 2019, berlangsung di Lantai  5 (lima) Santika Hotel premire ,  Jl. Jenderal Sudirman Tantui  Ambon.

Wagub mengapresiasi acara Ramadhan Fest tersebut bahkan menyatakan, rasa syukurnya karena Hotel Santika Premiere Ambon dapat  membantu pemerintah Provinsi Maluku dalam upaya memajukan dan mempromosikan potensi pariwisata Maluku.

Saya telah bekerja sejak pagi , namun  berupaya datang ke acara ini,  karena  ingin mendapat berkat lewat acara buka puasa bersama  yang diselenggarakan oleh management Santika Hotel”.

 Acara seperti ini, tentunya  mendatangkan berkat,  khusus bagi orang yang menjalankan ibadah puasa, semua yang hadir bahkan  berkat bagi  masyarakat Maluku,  karena secara tidak langsung lewat acara ini potensi pariwisata Maluku di promosikan,  demikian Orno.

“Semoga ibadah puasa 1440 H  memiliki  makna tersendiri bagi kehidupan orang basudara di Maluku,” demikian Wagub ketika memberikan sambutan pada acara tersebut.

Semoga ibadah puasa semakin mempererat ikatan persaudaraan dan tali silaturahmi antara orang basudara di Maluku, dapat mempererat ikatan pela gandong, ” Orang bilang ade dengan kaka hidop manis-manis, sagu salempeng di patah dua  demi masa depan Maluku yang lebih baik”. 

Selamat menunaikan  ibadah puasa semoga amal ibadahnya dapat di terima oleh Allah SWT, TUHAN yang maha kuasa, demikian Orno

Sementara Ustadz Syarifudin, M.Sos dalam tausianya mengatakan, “di tempat ini kita bersua, bertatap muka, bertatap hati  dalam ikatan persaudaraan”.

Ada  hal sangat mendasar yang mesti dimaknai dari ibadah  puasa,  ada pelajaran  dan inspirasi besar dari pola hidup Ramadhan yakni : disiplin ;  berpuasa mendidik manusia,  terutama orang  yang berpuasa, untuk mendisiplinkan diri, bukan saja menahan lapar dan dahaga namun menahan emosi, menahan pikiran negatif, menahan perbuatan-perbuatan yang membahayakan orang lain.

yang berikut berpuasa adalah migrasi cara pandang  artinya  orang yang berpuasa, hadir sebagai manusia baru, manusia yang damai, manusia yang berdamai dengan diri sendiri maupun dengan orang lain karena itu orang yang menjalankan ibadah puasa,  hendaknya memaknai puasa itu secara mendalam, sesuai dengan ajaran Nabi Muhamad SAW, demikian Syarifuddin . (D-02).

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *