Wabup Buru Dukung Aliansi Mahasiswa Buru Tolak Danau RANA Dijadikan Destinasi Wisata

 

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

A.liansi mahasiswa Kabupaten Buru menolak  danau Rana dijadikan  destinasi kabupaten Buru  karena mereka menilai danau Rana sebagai pusat budaya di kabupaten minyak kayu putih itu.

“Kami minta pemerintah kabupaten Buru harus menghargai apa yang menjadi afat dan budaya di daerah kami, jangan seenaknya saja melakukan sesuatu semaunya, demikian orasi Aliansi masyatakat kabupaten Buru dalam orasinya saat demo di depan kantor gubernur Maluku (Kamis, 23/08/2019)”,

Kami yelah menjaga tanah kami sejak zaman para leluhur, lalu saat ini pemerintah mau seenaknha saja melakukan apa yang diinginkan, tanpa memikirkan hak-hak kami sebagai orsng adat.

20190823_102852

Kami meminta wakil bupati sebagai anak adat Pulau Buru harus melihat hal ini, harus membantu kami untuk dapat mempertahankan apa yang menjadi milik para leluhur baik itu temlat sakral maupun warisa -warisan ,eluhur hang lain.

Pak wakil bupati sebagai anak adat diminta bertindak untuk membantu kamj . “Jangan diam saja membiarkan orang- orang yang tak tahu adat Buru menggerogoti apa yang menjadi warisan budaya para leluhur, “demikian pendemo

“Kami tak mau daerah RANA menjadi seperti Gunung Botak, hancur berantakan bahka n lingkunga n hidup hancur, kelangsungan hidup satwa-satwa disana hancur. Wilayah yang menjadi habitat binatang tertentu hancur berantakan”.

Kalau pemerintah provinsi dan kabupaten tak menyikapi apa yang menjadi tuntutan kami yakni menghentikan rencana mereka untuk membangun RANA sebagai daerah  / destinasi wisata maka kami akan demo besar-besaran dan apabila ini tak digubrispun maka kami minta agar bupati meletakkan jabatannya.

“Yach bupati harusnya menghargai adat-istiadat  kami, jangan seenakknya saja  melakukan sesuatu di wilayah yang menjadi petuanan adat kami, apalagi  tempat-tempat adat dan tempat-tempat sakral  seperti danau RANA ini”,

Menanggapi hal  itu wakil bupati Buru Drs. AMUSTAFA Besan kepafa Berita Demokradi Maluku.com via Whaatsshap mengemukakan, sebabagai anak adat pikaknya me ndukung apa yang menjadi tuntutan adik adik mahasiswa .

 

14581293_1658809267762834_3692388089598497326_n-2

 

Apa yang  meteka katakan  benar bahwa Danau RANA merupakan tempat  pusat adat di Pulau Buru.

Sebagai anak adat  beta  mau bilang : “Iya betul sekali apa yg mereka tuntut itu sesuai amanat leluhur kami 24 marga (suku adat) di pulau buru(Bual Bupolo).

Sedangkan dalam kapasitas beta senagai Sebagai pemerintah daerah ; maka kita
Perlu mendukung dan membantu masyarakat adat dalam rangka melestarikan budaya adat istiadat serta melindungi tempat2 sakral di Pulau Buru, demikian Besan

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *