UNBK SMA Beberapa Kabupaten di Maluku Alami Sedikit Kendala

 Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Berbasis Kertas Pensil (UNKP) pada tingka SMA/MA digelar  Senin (01/03/2019)  secara serentak di Indonesia,  termasuk di Maluku . Untuk Provinsi Maluku dibuka Oleh Plh Gubernur Maluku Drs. Hamin Bin  Thahir dengan menekan token UNBK pada  SMA N 11  Ambon berlokasi di Kawasan Galunggung Desa Batu Merah Kota Ambon.

Jumlah siswa SMA 11 yang mengikuti UNBK sebanyak  548 siswa,   dengan 200 buah computer. Sementara total sekolah di Maluku yang mengikuti UNBK maupun  (UNKP)  berjumlah 346 sekolah dengan 22.699 siswa. Yang melakukan UNBK 325 Sekolah sedangkan 21 sekolah masih menggunakan UNKP.

Usai membuka UNBK pada  SMA 11 Ambon  Plh Gubernur Maluku , langsung  menuju Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku guna  menyaksikan langsung teleconference UNBK  maupun UNKP yang berlangsung pada 11 kabupaten/kota di Maluku.

Dari Pantauan Berita Demokrasi Maluku.com terlihat, ada 3 (tiga) kabupaten yakni : Kabupaten, Buru, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) khususnya kecamatan Waisala, yang mengalami gangguan jaringan internet dimana  suara dari Kacab  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku yang melapor jalannnya UNBK terdengar kurang

Sementara gangguan PLN terjadi di kecamatan  Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), dimana pada satu kecamatan itu,   terjadi pemadaman lampu saat berlangsungnya UNBK. Tetapi telah diantisipasi dengan  menggunakan mesin genset.

Menanggapi hal itu Plh Gubernur Maluku Hamin Bin Thahir,   mengakuinya. “Suaranya tidak jernih ada gangguan jaringan,” katanya kepada wartawan. Saat pantauan UNBK melalui video conference,  jaringan lemah bahkan di beberapa kabupaten. kualitas suara dan gambar buruk dan sulit diterima.

Hal itu bakal menjadi evaluasi dan diperbaiki. Karena itu pada sesi video conference pihaknya menghadirkan Genderal Manager Witel Jenderal Manager Telkom Wilayah Maluku Haris Setyawan dan PLH Manajar Sub Bagian Pengendalian Operasi Distribusi  PLN Wilayah Maluku Yoyon Harriyanto. Tujuannya agar mereka melihat langsung kendala koneksi di 3 (tiga)  kabupaten tersebut.

“Saya kira mereka sudah dengar kekurangan yang dialami oleh sekolah baik terkait jaringan internet maupun PLN di kabupaten dan kota di Maluku,” jelasnya.

Pada kesempatan itu General Manager PT. Telkom Haris Setyawan mengemukakan,  khusus untuk kabupaten MBD masih menggunakan satelit,  dengan kapasitas yang masih sangat terbatas.

Untuk gangguan di Kabupaten Buru dan Waisala terkendala lokasi sekolah yang jauh , serta cuaca buruk.

Untuk jaringan listrik, pada setiap sekolah telah ditempatkan 2  (dua) petugas   PLN .  Merekalah yang  akan mengatasi,  apabila terjadi gangguan ataupun ada kerusakan di sekolah itu.(D-02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *