Toleransi  Itu Mahal

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Forum Kerukunan Beragama (FKUB) Provinsi Bali Sabtu (17/11/2018) melakukan kunjungan kerja ke Maluku dengan tujuan :  untuk melihat Maluku, menikmati keindahan Maluku sekaligus mau mendengar secara langsung apa saja persoalan yang dihadapi oleh FKUB Maluku, apa saja pengalaman FKUB Maluku merawat toleransi di Maluku.

Dalam lawatan itu Ketua FKUB Provinsi Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, sempat memuji keindahan alam Daerah Maluku. “ Saya sudah 5 (lima) kali datang ke Ambon- Maluku,  keindahan Maluku jauh lebih bagus dari Provinsi Bali, tinggal bagaimana orang Maluku mengelola pariwisatanya secara baik, pasti Maluku akan lebih terkenal dari Provinsi Bali, apalagi Maluku punya kekhususan dan sudah terkenal sejak zaman Portugis dan Spanyol karena rempah-rempahnya”.

Terkait dengan masalah toleransi dia katakan, nilai toleransi  sangat mahal, karena perlu dijaga dan dirawat agar tetap lestari dalam kehidupan  bangsa Indonesia, demikian Ketua FKUB Provinsi Bali yang juga ketua FKUB RI kepada Berita Demokrasi Maluku di lantai 6 (enam) ruang rapat kantor gubernur Maluku Sabtu (17/11/2018)

Menurutnya, Indonesia yang terdiri dari beragama suku, agama dan ras, memang butuh suatu kebersamaan yang luar biasa untuk tetap memeptahankan negara besar yang terdiri dari ribuan suku.

“Kalau kita tak menjaga dan merawat keberagaman lewat toleransi maka kkta berkhianat terhadap the funding fathers yang telah mendirikan negara ini”.

Di Maluku juga demikian, ketika tahun 1999 mendapat terpaan luar biasa dengan konflik yang bernuansa SARA,  namun akhirnya konflik itu boleh terselesaikan akibat kerja keras semua pihak.

“Saya salut dengan Maluku karena dengan ikatan kekeluargaan pela-gandong maka kembali terajut tali yang hampir saja putus.

“Tadi sudah banyak saya dengar,    ada ikatan kekerabatan yang tinggi di masing-masing daerah, kalau di Maluku Tengah dengan pela- gandong, di Maluku Tenggara dengan Larvul Ngabal dan lainnya.

Yach yang seperti ini harus terus dijaga, dirawat agar lestari, kita harus terus berusaha, jalan ke kampung-kampung ke daerah-daerah untuk mengkampanyekan pentinganya menjaga dan merawat toleransi, demikian . (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *