Titah Itu Akhirnya Turun Juga

Titah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri akhirnya turun juga untuk PDI-Perjuangan Maluku. Ketum partai berlambang moncong putih ini, memberi rekomendasi terhadap satu nama yaitu Murad Ismail sebagai Ketua yang mengkomandai PDI-Perjuangan Maluku.  

Berdasarkan informasi yang diterima, pertemuan berlangsung selama kurang lebih 4 (empat) jam, di Sekertariat DPP PDI-Perjuangan Jl. DIponegoro J akarta yang berlangsung kurang dari 4 (empat) jam,  beberapa pengurus DPP tidak hadir karena mereka sementara memimpin Konferda di beberapa daerah.

, Sejarah berulang, PDI- Perjuangan Maluku kembali dipimpin bukan oleh kader partai seperti yang terjadi pada 2 (dua) periode sebelumnya, dImana Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu yang memimpin PDI- Perjuangan kala itu

Blandina Mole salah satu kader PDI- Perjuangan yang juga mantan an ggota DPRD Kota Ambon Jumat (19/07/2019) mengemukakan, sebagai kader PDI-Perjuangan, beta hanya mau bilang, itulah PDI Perjuangan bukan kader , tapi bisa jadi Ketua DPD, tak terakomodir sesuai dengan peraturan perekrutanpun bisa jadi Ketua Partai karena memang KETUM punya ‘hak Veto’, jika ada yang menentang pecat. “Mau, apa lai semuanya sudah terjadi”,Mungkin ibu Mega telah msmpertimbangkan segala hal, apalagi beliau seorang ibu, demikian Molle.

Molle : Murad diharapkan Kembalikan Kejayaan

Harapan beta dan kader lainnya, kepemimpinan Murad Ismail akan membawa perubahan, ke arah yang lebih baik, dapat kembali mengangkat kejayaan PDI-Perjuangan Maluku, kembali seperti awal reformasi, provinsi Maluku dapat 10 kursi di DPRD, 16 kursi di Kota Ambon dan  di beberapa kabupaten / kota yang lain PDI-Perjuangan boleh menjadi Ketua DPRD .. ‘Ini harapan beta ” 

Satu hal yang beta minta, perekrutan kepengurusan DPD memperhatikan berbagai aspek, agar partai ini dapat kembali bangkit, demikian Molle.Pa Murad adalah orang baru jadi mesti meminta saran dan masukan dari orang-orang yang benar-benar m engenal dan mengerti karakter PDI -Perjuangan Maluku.

Komposisi kepengurusan mestinya, komposisi yang beta Ulas tadi, semua aspek  harus dilihat, keterwakilan perempuan, dari sisi kekaderannya, dari sisi, kualitasnya, dari sisi pengelolaan emosinya, dari sisi keterwakilan wilayah dan yang paling penting komposisi DPD PDI-Perjuangan kali ini , harus di isi oleh orang-orang yang memiliki militansi yang tinggi dalam memperjuangkan kejayaan partai, jangan merekrut orang-orang yang hanya mencari kepentingan pribadi dau kepentingan sesaat, ketika mereka memerlukan PDI-Perjuangan mereka datang tapi ketika  merasa tak dapat apa-apa disana mereka lari dan ketika mereka punya kepentingan lagi mereka datang lagi.

“Terlalu banyak kader PDI-Perjuangan yang memiliki militansi dan memiliki nilai kejuangan yang tinggi ysng ingin berjuang untuk memajukan partai”. Terlalu besar tantangan partai ke depan dengan hadirnya sejumlah partai karena itu, semua sisi harus diperhitungkan dalam perekrutan komposisi DPD, demi kejayaan PDI-Perjuangan Maluku, demikian Molle

Beta ingat  dalam Konferda akhir Juni lalu yang dilakukan di Baileo Siwalima Karang Panjang Ambon, telah disampaikan oleh salah satu fungsionaris DPP PDI-Perjuangan Hugo Andreas Pareira,

Terkait  isi amplop coklat yang dikirim dari DPP, ada yang meleset dari nama-nama yang dikirim oleh DPD partai, ada juga yang namanya sama sekali tidak terjaring namun dia jadi pengurus. “” Itulah kondisi yang terjadi. DPP memutuskan setelah melakukan pengkajian dari berbagai aspek, karena DPP ingin PDI-Perjuangan menjadi pelopor. “Diutamakan kaders partai tapi yang lain juga bisa masuk baik itu teknokrat, pengusaha, para cendekiawan dan lainnya, demikian Hugo. (Ritta Lekatompessy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *