Terkait Sidang Dana Bos SMAN 1. Aru

Ambon,Berita Demokrasi Maluku

Pengadaan Meubeler Sesuai RKA

Kepala Sekolah SMAN.1 Aru  Kabupaten Aru selaku saksi pada persidangaan ke-2  pemeriksaan saksi,  pada dugaan penyalagunaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan item pengadaan  meubeler dan lumsun (makan & minum) para guru mengakui laporan yang  disampaikan oleh terdakwa Ny.M Betaubun selaku bendahara sekolah, sudah  sesuai dengan Rancangan Kerja Anggaran  (RKA)  pada sekolah tersebut dalam 3 (tiga) tahun anggaran yakni tahun 2012,2013 maupun tahun 2014, hal  ini terungkap dalam sidang mendengar keterangan saksi  pada sidang yang digelar Rabu (27/9/2017) di pengadilan Negeri Ambon.

Sekalipun saksi dicecar pertanyaan oleh hakim Ketua maupun hakim anggota bahwa jaksa menemukan ada penyalagunaan anggaran yakni peng-adaan meubeler dan pengadaan lumsum para guru tak terdapat dalam rancangan anggaran maupun Lumpsum namun Kepala Sekolah SMA.N.1 Aru L.L.Imran  tetap mengatakan,bahwa pengadaan meubeler dan pengadaan makan-minum para guru  telah sesuai dengan rancang-anya,bahkan apa yang dibuat atau dibelanjakan semua  telah berdasarkan prosedur yakni telah dirapatkan bersama dengan dewan guru,jelasnya.

Saksi  mengakui bahwa laporan yang disampaikan bendahara, sebelum dikirim ke Dinas Pendidikan kabupaten maupun provinsi semua telah dia bacakan, “ Jadi sebelum saya tandan tangan,saya telah membacakannya terlebih dahulu”. Dia menambahkan sebagai kepala  sekolah dirinya mengakui bahwa dirinyalah  penanggungjawab dalam pengelolaan dana BOS.

Selain Kepala sekolah dan bendahara, Ketua Komitepun menandatangani laporan dana BOS,demikian saksi,

Yang menarik dari persidangan itu adalah ketika penasehat hukum terdakwa menanyakan saksi,  terkait pemberitahuan jaksa kepada saksi bahwa terdakwa menyalahi Juknis dalam pelaporan yang disampaikan yakni pengadaan mubeler.

PH kemudian membaca JUKNIS yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku tahun 2012 dan 2014, ternyata item perbaiknan muebeler dan lumsum ataukomsumsi  para guru terdapat dalam JUKNIS.

Jaksa kemudian menanyakan kepada saski apakah perbaikan muebeler atau pengadaan muebeler yang dilakukan saat itu saksi mengatakan,pengadaan muebeler bukan perbaikan,karena kursi  yang rusak adalah kursi-kursi plastik yang tak mungkin diperbaiki  harus lah diganti dengan yangbaru. (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *