Tak Penting Penjarakan Teterissa

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Murad Malah Biayai Kuliah Istrinya  &  Bakal Mencari Pekerjaan   Untuk Yopi

Luar biasa, itulah  kata yang patut dikeluarkan untuk seorang Murad Ismail, Gubernur Maluku terpilih periode 2019-2024 ,  dengan sikap  kesatrianya beliau  memaafkan perbuatan Yopi Teterissa,   yang telah mencaci  maki dirinya, lewat Facebook,  terkait dengan rencana pemindahan ibukota provinsi Maluku ke Pulau Seram sebagai salah satu agenda/ program  dalam visi-misi gubernur Maluku terpilih Murad Ismail-Barnabas Orno.

Makan malam bersama yang berlangsung di Imperial Resto Sabtu (06/04/2019)  bersama Yopi, ibu dan istrinya,  Murad Ismail  didampingi Kapolres Pulau Ambon-Pulau-Pulau Lease, Sam Latconsina,  Ongky Louhenapesy  dan lainnya.

Saat itu Murad Ismail menunjukkan bahwa beliau  benar-benar pemimpin yang memahami benar psikologi masyarakatnya, sekalipun telah di cerca lewat Medsos namun Murad dengan keikhlasan memaafkan Yopi Teterisa 25 tahun, beralamat di Gang Da Silva Soya Kecil Ambon, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan itu tak kuasa menahan malunya dan selalu menundukkan kepalanya.

Kepada Yopi Murad katakan, tak penting memenjarakan kamu, kalau kamu anggota DPRD saya pasti  memenjarakanmu,  tapi kamu seperti ini, bapaknya sudah tak ada, kerjamu juga seperti itu, i, membuat saya tak tega memenjarakan kamu, ujar Murad

Kepada Yopi Murad katakan, biarlah peristiwa ini menjadi  pelajaran  berharga, yang  tak boleh terulang lagi. Pergunakan   Medsos dengan baik dan benar, karena kalau tidak, maka ada undang-undang IT  yang dapat menjerat orang yang menggunakan Medsos secara sembarangan.

“Beta dolo nakal, kalau tak berkelahi satu minggu itu bukan laki-laki Ambon tapi nakal yang terpimpin, nakal yang tak menyusahkan diri dan keluarga, demikian Murad dengan logat Ambon.

Pada Dialog makan malam bersama tersebut, Murad menyarankan Yopi untuk  mengambil kursus,  ketrampilan,  karena beliau akan mencarikan pekerjaan untuk Yopi. 

Sementara  Fitri iatri Yopi kuliahnya dibiayai oleh Murad  sampai dengan selesai, karena sebelum menikah dengan Yopi istrinya,  pernah mendaftarkan kuliah di Fakultas Hukum Darusalam Ambon namun cita-citanya tak kesampain karena orang tua Fitri  (ayahnya-Red)  meninggal dunia.Sedangkan kepada ibunya Yopi Murad Ismail akan memberikan modal usaha. 

Pantauan  Berita Demokrasi Maluku, terlihat ibu Yopi yang duduk di sebelah kanan pa Murad Ismail terus meneteskan air mata, menyesali perbuatan anaknya.

Usai makan malam Yopi yang dimintai keterangan terkait perbuatannnya mengakui dirinya kalut, dan pikirannya kosong,  kemudian dengan tak sengaja,  dan tak disuruh oleh siapapun  membuat status seperti itu. “Saya  meminta maaf terhadap  Pa Murad dan keluarganya,  sekaligus menyatakan rasa hormat, terima kasih serta rasa  syukur karena  pa Murad sudah boleh memaafkan dirinya”,. Yopi berjanji untuk tak mengulangi perbuatannya lagi.

Sementara istri dan ibunya Yopi juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus menyampaikan rasa terima kasih   k Murad Ismail Gubernur Maluku  terpilih, . karena sudah boleh memaafkan Yopi  sekaligus akan memberikan kuliah kepada Fitri dan memberi modal usaha kepada  mama Yul Teterissa . “Kami  mendoakan pa Murad,  senantiasa diberkati oleh TUHAN”.

Kami sangat bersyukur karena kami sudah boleh bertemu dengan pa Murad,  dimana ada makna positif yang  dapat  diambil dari peristiwa ini, kami berterima kasih kepada pa Murad karena sekalipun beliau orang berpangkat tapi beliau masih mau peduli terhadap kami orang kecil, “demikian Fitri

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *