Soal Blok Masela

Soedeson : Maluku Mesti Belajar Dari Freeport

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Gas alam Blok Masesela yang merupakan anugerah TUHAN bagi  Kabupaten Kepulawan Tanimbar,Kab Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku bahkan Indonesia,  haruslah diatur sedemikian rupa agar tak terjadi seperti perusahaan Emas Freeeport, dimana kepemilikan saham Indonesia sangat  kecil , demikian Soedeson Tandra Praktisi Hukum asal Kepulawan Tanimbar kepada sejumlah wartawan Sabtu (09/02/2019) kepada pers di Ambon.

Baru akhir tahun lalu lewat perjuangan presiden RI Ir. Joko Widodo,  Indonesia akhirnya memiliki kepemilikan saham sebesar 51%. Pengalaman ini mesti dipakai Untuk Blok Masela,  mesti belajar dari Freeport, SDA itu milik Maluku, milik Indonesia karena itu kepemilikan saham terbesar haruslah milik pemiliknya,  bukan milik perusahaan , katanya pula.

Participcian Interest (PI) 10 % untuk Maluku pun dinilai masih  kecil, harus dinaikkan, pemerintah maupun DPRD Maluku ataupun DPR RI, DPD RI asal Maluku haruslah memperjuangkan ini, jangan sudah jalan baru kita semua kaget, ternyata kita hanya dapat sedikit padahal ini punya kita,  kata dia pula.

Sekalipun saat ini belum beroperasi namun Tandra berharap,   apabila beroperasi  tenaga kerja terbesar haruslah berasal dari Maluku, bukan mengabaikan tenaga kerja dari luar namun anak Maluku harus punya porsi terbesar, ini wajib harus diperhatikan oleh semua pihak baik perusahaan maupun pemerintah pusat terutama pemerintah provinsi Maluku.  

Sebabagi orang Maluku baik pemerintah maupun masyarakat haruslah mempersiapkan anak-anak Maluku dengan pendidikan dan berbagai ketrampilan agar nantinya dapat terserap masuk belerja di Blok Masela tersebut. “Kita jangan menjadi penonton di negeri sendiri, ” ujarnya. 

“Apabila TUHAN berkenan saya terpilih maka saya akan memperjuangkan baik saham, PI maupun tenaga kerja, “demikian Caleg DPR RI asal paratai HANURA. (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *