Sikapi Isu, Bupati SBB Temui Pejabat & Tokoh Masyarakat Elpaputih

Amalatu- Berita Demokrasi Maluku.Menyikapi isu yang berkembang akhir-akhir ini langkah cepat langsung dilakukan Bupati SBB, Drs Moh Yasin Payapo M Pd, didampingi oleh Wakil Bupati, Timotius Akerina,SE,M.Si dan Sekda, Mansyur Tuhera SH serta sejumlah OPD dilingkup Pemkab SBB, rombongan langsung bertemu dengan Camat Elpaputih, Julis Nahuway SSTP, Pejabat Desa dan Tokoh masyarakat dari Desa Sumeith Passinaro, Abio, Ahiolo , Watui dan Huku Kecil di Kecamatan Elpaputih, bertempat di ruang pertemuan kantor Kecamatan Amalatu Selasa, (20 /11)

Bupati SBB, Drs Moh Yassin Payapo M. Pd didampingi Wakil Bupati, Timotius Akerina,SE,M.Si dan Sekda, Camat Amalatu, Julis Nahuway SSIP, Pejabat Desa dan Tokoh masyarakat dari Desa Sumeith Passinaro, Abio, Ahiolo , Watui dan Huku Kecil di Kecamatan Elpaputih.

Dalam pemaparannya saat membuka Dialog, Bupati SBB,Hi Drs Muhamad Yassin Payapo menyatakan, persoalan beroperasinya CV Titian Hijrah di wilayah Pegunungan Kecamatan Elpaputih adalah karena perusahaan telah mengantongi ijin dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku dengan klasifikasi untuk mengambil Kayu bulat (loging).

Tetapi santer beredar isu dirinya dikaitkan dengan Perusahaan, bahkan diisukan seakan-akan telah menjual hak ulayat masyarakat ke Perusahaan, “sehingga Saya berpikir, sebenarnya ada apa yang salah, sebab semua kelengkapan ijin telah dikantongi perusahaan dan telah berdasarkan persetujuan tokoh Masyarakat yang berada di empat desa tersebut yakni Sumeith Passinaro, Abio Ahiolo , Watui dan Huku Kecil” cetusnya.

Selain itu, telah ada kelengkapan administrasi setelah Perusahaan berproses di Provinsi Maluku, sehingga memperoleh SK dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, karena itu menurutnya seluruh mekanisme telah dilalui dengan benar, tidak ada yang salah, tetapi sekarang isu berkembang yang menuding dirinya telah menjual hak ulayat rakyat.

Bahkan orang nomor satu di Saka Mese Nusa itu, juga menyesalkan hadirnya Ketua DPRD SBB, Julius Hans Rutasouw bersama para pendemo tersebut, “kemarin dulu ada demo di KPK, yang dihadiri oleh ketua Dewan, dari sisi fungsi Saya menyesalkan kenapa sampai Beliau bikin begitu, Saya kesal apakah itu hadirnya Beliau (ketua DPRD SBB)itu membawa lembaga DPRD ataukah secara personal??” tanya Bupati

Payapo mengungkapkan,beroperasinya Perusaahaan CV Titian Hijrah atas atas ijin Pemda SBB diatas areal Area Penggunaan lain(APL) dan semua kelengkapam ijinnya telah lengkap, bahkan dirinya tidak menerima apa-apa dari beroperasinya Perusahaan tersebut, “dihadapan Direktur dan Wakil Direktur (CV Titian Hijrah),Saya mau tanya, berapa sen Perusahaan kasih buat Saya,tidak ada satun sen pun ” ungkap Payapo
“terima kasih saja”jawab Direktur (CV Titian Hijrah).

“Isu Bupati telah menjual ulayat Masyarakat dan harus dipenjara, telah salah alamat”ungkapnya, pasalnya karena tujuan Bupati hanya satu yakni bagaimana Rakyat mendapatkan peluang untuk hidup lebih baik lagi, karena dirinya juga pernah pernah merasakan susahnya hidup di sebagai masyarakat yang hidup di pengunungan, sehingga ketika perusahaan datang dengan seluruh kelengkapan aturannya, “Beta hanya tanya apa ada peluang untuk Beta pung Rakyat bekerja?”ungkapnya

Menurut Payapo, Perusahaan juga telah menjelaskan bahwa selain mengerjakan jalan, Perusahaan juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat dan bantuan serta kewajiban-kewajiban itu sudah dijalankan oleh Perusahaan.

Karena persoalan ini, maka Payapo juga menyatakan pernah mengontak Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Sadli Lie, minta klarifikasi secara rinci, mengapa sampai terjadi hal seperti ini, dimana namanya ikut terseret dalam persoalan ini, padahal dirinya tidak tahu apa-apa terkait persoalan ini, yang Saya ketahui adalah dengan hadirnya Perusahaan maka ada manfaat yang didapatkan rakyatnya.
Persoalan lambatnya pasokan bantuan material dan pekerjaan jalan serta bantuan bibit cengkeh, adalah karena faktor hujan yang meyebabkan pasokan terhambat, tapi yang pasti apakah kondisinya bisa seperti sekarang dimana mobil Avanza sudah bisa naik sampai ke atas(Abio -Ahiolo), motor sudah bisa turun naik, karena selama ini Ahiolo dan Abio itu susah untuk dijangkau.

Bupati SBB ini juga mengingatkan jumlah keluarga muskin Di SBB adalah 19 ribu sekian KK, tidah bisa diatasi hanya dengan Dana Alokasi Umum(DAU) karena tidak mencukupi, harus ada investasi yang masuk, “tidak ada niat dari Saya untuk menciderai Masyarakat, bagaimanapun Katong pung rakyat harus keluar dari keterisolasian”cetusnya.

Diakhir pemaparannya Bupati meminta keterbukaan dari masing-masing Desa untuk mengungkapkan kendala yang dihadapi di lapangan.” Saya minta tolonh jelaskan ke Kita, Beta ada pak Wakil pak Sekda tolong dijelaskan ke Kita, ada apa yang salah dengan Kita, Beta minta tolong yang paling penting ada apa yang salah diatas,(Pegunungan Elpaputih) sampe kegiatan ini ditolak, Saya nanti minta penjelasan per Desa”ungkap Payapo(D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *