Serobot Lahan Moyang Corneles Sarimanella, PT Maluku Transipment Diminta Kembalikan Lahan  8,6 H di Dusun Ori Amahori, Passo.

  •  DPW JPKP MALUKU Siap Tuntaskan Pengembalian  Lahan Ori Amahori

Ambon- Berita Demokrasi Maluku.Keluarga moyang Corneles Sarimanella yakni Josephus Sarimanella (82 Thn), Jacob Sarimanella (78 ), Julianus Sarimanella (70), Roberth. D. Sarimanella (61), Jubelina Maatita/Sarimanella (66), Josephus J Sarimanella (65), Samuel Sarimanella (55), Peter.Y.Sarimanella(33)meminta PT Maluku Transipment untuk mengembalikan lahan seluas 8,6 Hektar yang berlokasi di Tanah Pusaka Dusun Ori Amahori, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.


Persoalan ini bermula pada tahun 1980, dimana terjadi kesepakatan jual beli sebidang tanah seluas 33,580 Ha dengan harga Rp 161.208.000 antara PT Jati Maluku Timber yang diwakili Direktur Utama, Tan Liong Ie dengan Anak cucu Moyang Corneles yang diwakili oleh, Lamberthus Sarimanella dan Paulus Lesiasel.
Transaksi itu, kemudian diperkuat dengan surat pembebasan lahan dari PT Jati Maluku Timber dengan No surat 116/I/JTM /DN/81 dan surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Maluku No Ek 034/252 soal Rekomendasi Pendirian Pembangunan Industri perkayuan di P Ambon, Daerah Tingkat I Maluku.
Sebagai tindak lanjut dari pembelian itu, maka kemudian dibuat surat pelepasan hak atas tanah Moyang Corneles Sarimanella, seluas 33850 Hektar dari Keluarga Sarimanella ke PT Jati Maluku Timber yang ditandatangani oleh ahli waris yang diwakili oleh, Lamberthus Sarimanella dan Paulus Lesiasel dengan Dirut Tan Liong Ie, kesepakatan itu juga disaksikan oleh Panitia Pembebasan Tanah Kotamadya Ambon, atasnama Drs. Th. W. Tuhumury yang proses penandatanganannya pada Senin, 11 Mei 1981.
Di tahun itu juga terjadi “pecah kongsi” diantara anak cucu Moyang Corneles Sarimanella, dimana Paulus Lesiasel (Alm) menggugat anak cucu Moyang Corneles yang terdiri dari Lamberthus Sarimanella, Albertho Sarimanella Yacob Sarimanella, Julius Sarimanella, Semol Sarimanella, Jan Sarimanella dan Alexander Sarimanella (semuanya sudah almarhum saat ini) terkait tanah di Dusun Ori Amahori dan hasilnya Gugatan tersebut ditolak dengan No putusan 121/1980/Perd/PT MAL.

Persoalan penyerobotan lahan seluas 8,6 Hektar, yang tidak termasuk dalam klausul pembelian antara anak cucu Moyang Corneles dengan PT Jati Maluku Timber, baru terungkap setelah ahli waris Corneles Sarimanella, melakukan gugatan melawan Pemerintah Provinsi Maluku,
Saat itu, baru diketahui bahwa PT Jati Maluku Timber telah menjual asetnya kepada PT Maluku Transipment, anehnya lagi, luas lahan yang dikuasai oleh PT Maluku Transipment, tidak hanya 33,580 Hektar sesuai yang dibeli oleh PT Jati Maluku Timber, tetapi PT Maluku Transipment malah mencaplok 62,580 Hektar, termasuk lahan seluas 8,6 Hektar yang berada di seberang sebuah kali (Sungai) Wai Ori.
Sebagai Informasi, lahan seluas 8,6 Hektar yang tidak masuk dalam klausul pembelian antara PT Jati Maluku Timber dan keluarga Ahli waris Moyang Corneles Sarimanella itu, dulunya juga dikuasai oleh PT Jati Maluku Timber, sehingga sempat dibangun beberapa rumah permenen/mess bagi Petinggi Perusahaan Kayu lapis Milik keluarga Cendana tersebut yang datang dari Jakarta.
Karena lokasi itu dikuasai oleh Dinasti, orang nomor satu di Indonesia tersebut, ditambah lagi pada masa itu Orde Baru yang berkuasa, maka keluarga Sarimanella tidak berani mengotak-atik lahan tersebut, selain itu juga, lahan itu dikawal ketat oleh Aparat TNI-POLRI mulai sejak tahun 1987.
Menurut Ketua DPW JPKP, Edwin Liga Akihary saat ditemui di Sariwangi Cafe, Jalan Dr Setiabudhi, Jumat, (29/6)mengungkapkan, Metode intimidasi yang sama juga digunakan oleh PT Maluku Transipment, yakni menggunakan aparat Kepolisian (Polsek Baguala), pasalnya pada saat pemasangan Papan pengumuman dari Ahli waris, agar tidak melakukan aktifitas diatas lahan tersebut, tiga orang anggota Polsek Baguala, dua berseragam Polisi dan satu berpakaian biasa mendatangi lokasi itu dengan menggunakan Dua sepeda motor, dimana salah satu motornya berpelat nomor Polisi .
Karena kerap melakukan upaya intimidasi dengan menggunakan aparat kepolisian,dengan maksud menakut-nakuti ahli waris dari Moyang Corneles Sarimanella, akhirnya Mereka (ahli waris) tidak berani beraktifitas di tanah pusaka milik Mereka sendiri itu, selain itu karena seluruh anak cucu Moyang Corneles berprofesi sebagai petani, yang lemah secara finansial maka Mereka tidak dapat melakukan upaya hukum.
Selain itu adanya temuan fakta bahwa, setelah diselidiki oleh ahli waris Moyang Corneles
pasalnya pada saat pemasangan Papan pengumuman dari Ahli waris untuk tidak melakukan aktifitas diatas lahan tersebut, tiga orang anggota Polsek Baguala, dua berseragam Polisi dan satu berpakaian biasa mendatangi lokasi itpu dengan menggunakan Dua sepeda motor yang satunya juga berpelat nomor Polisi .
Karena upaya intimidasi dengan menggunakan aparat kepolisian untuk menakut-nakuti ahli waris dari Moyang Corneles Sarimanella sehingga Mereka Tidak dapat beraktifitas di tanah Pusaka milik mereka selain itu karena seluruh anak cucu Moyang Corneles adalah petani yang lemah secara finansial maka mereka tidak dapat melakukan upaya hukum.
Selain itu setelah diselidiki oleh Ahli waris Moyang Corneles Sarimanella ternyata ada berita acara pengukuran tanah di Desa Passo yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional Kota Ambon dengan petugas ukur masing-masing M.Togatorop SH, (Koordinator ), ACC Bahrurrozak S.St (Petugas Ukur)Maluku. Solihin Ristiarto (petugas Ukur) dan mengetahui kepala Bidang Survey Pengukuran dan Pemetaan atasnama A. Tetehuka, SP NIP 195901271984031001
Karena Persoalan ini maka Organisasi Relawan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) yang dipunyai oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo merasa terpanggil untuk membantu kaum lemah, di negara ini.
JPKP yang Ketua Umumnya adalah Maret Samuel Sueken lewat ketua Dewan Pengurus Wilayah, Edwin. L. Akihary menyatakan bahwa Kutipan presiden RI Indonesia Ir Hj Joko Widodo yang meminta agar kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia bisa dirasakan bersama oleh seluruh warga negara Indonesia secara bersama-sama.
Terkait persoalan yang dihadapi oleh Ahli waris dari Moyang Corneles Sarimanella, Akihary menyatakan, JPKP akan selalu berjuang membantu ahli waris Moyang Corneles Sarimanella yang adalah warga miskin untuk mengembalikan hak-hak mereka yakni tanah seluas 8,6 Hektar yang saat ini dikuasai Oleh PT Maluku Transipment
Persoalan ini akan Kami Laporkan kepada Menteri Pertanahan- RI dan melaui Ketua Umum Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP )Maret Samuel Souhoken kami juga akan laporkan ke Presiden RI Ir Jokowidodo” tegas Akihary(.D-3)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *