Diharapkan PID Tingkatkan Pemanfaatan Dana Desa

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Senin (01/04/2019)  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Maluku menggelar Rapat Koordinasi Program Inovasi Desa Tahap I, berlangsung di Hotel Amans Kawasan Mardika Kota Ambon.Dengan Peserta Dinas PMD Kabuaten/kota se Maluku dan para pendamping desa dari 11 kabupaten/kota di Maluku.

Program Inovasi Desa (PID) diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan dana desa lebih berkualitas dan  inovatif, melalui pengelolaan pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID), serta penyediaan peningkatan kapasitas teknis desa (P2KTD),    demikian Halim Datis Staff Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan Provinsi Maluku ketika membacakan sambutan Plh Gubernur Maluku Drs. Hamin Bin Thahir.

PPID menyediakan beragam praktek cerdas pengelolaan pembangunan desa, sehingga dapat dikembangkan, dipertukarkan dan direplikasikan antar desa, antar wilayah dan antar daerah untuk mempercepat perubahan desa menjadi lebih kuat, mandiri, sejahtera dan demokratis sesuai tahapan dan visi undang-undang desa.

Di tahun 2018 Provinsi Maluku diawali dengan praktek cerdas di Desa Solea Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah dengan kegiatan inovatif sanggar-sanggar dengan Layanan Rumah Singgah Pelajar Pegunungan, Ohoi Rumadan Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara dengan kegiatan inovatif penafaatan tanah ulayat untuk wisata ekonomi desa,  Ohoitahit Kota Tual dengan kegiatan inovatif  produksi alat rumah tangga dan daur ulang logam,.

Diiharapkan dari 149 pendokumentasian praktek cerdas yang dilakukan oleh tim Pelaksana Inovasi Desa dari 77 kecamatan di tahun 218,  tetap ada wakil Maluku yang dapat dikirim untuk mengisi Dokumen Pmbelajaran Inovasi Desa maupun Vidio Inovasi Desa Ke Kementrian Desa PDDT  tahun 2019, kata Datis

Dinamika desa dalam pemnfaatan dana desa dalam 4 (empat) tahun terakhir di Provinsi Maluku telah memberikan optimisme dan geliat pembangunan desa.

Lebih lanjut Datis katakan, Kemajuan desa-desa yang ada di provinsi Maluku secara perlahan mulai terasa dampak pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, yang salah satunya, afirmasi berkurangnya desa sangat tertinggal sebanyak 479 desa pada tahun 2015 menjadi 333 desa pada tahun 2018, untuk desa tertinggal  pada tahun 2015 berjumlah 583 pada tahun 2018 menjadi 579 desa, desa berkembang pada tahun 2015 hanya berjumlah 150 meningkat menjadi 229, desa maju pada tahun 2015 berjumlah 16 desa, 2018 menjadi 50 desa dan sesuai dengan pemutakhiran data dari Indeks    Desa Membangun Provinsi Maluku mempunyai 4 (empat) desa Mandiri dari  pada tahun 2015 belum ada satupun. Perkembangan ini tetunya wajib disyukuri dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan capaian yang telah ditetapkan.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatangan   kesepaktan kerjasama PID  antara Dinas Pemberdayaan Provinsi Maluku dengan Dinas Pemberdayaan kabupaten/kota se Provinsi Maluku.

(D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *