Pasar Murah Waisak Bantu Ringankan Beban Hidup Masyarakat

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Kegiatan Bazar yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Maluku merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dalam menyambut Hari-hari Besar Keagamaan.

Hal ini pertanda kepedulian pemerintah Provinsi Maluku dalam usaha pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari-hari Besar Keagamaan khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. demikian  Gubernur Maluku, Irjen Pol Purnawirawan Drs. Murad Ismail dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Maluku, Halim Daties pada pembukaan Pasar Murah jelang Hari Raya Waisak, Selasa (14/05/2019) yang digelar di Kantor Dinas PerIndag Provinsi Maluku.

“Kegiatan Bazar/Pasar Murah yang dilaksanakan merupakan momentum yang tepat,  karena sepanjang tahun kita telah sibuk melaksanakan aktivitas dalam berbagai aspek tugas dan tanggungjawab yang telah dilaksanakan, karena itu melalui Pasar Murah Bazar Waisak ini kita mau berbagi dengan sesama, sehingga Bazar Waisak ini paling tidak dapat membantu meringankan beban hidup masyarakat dalam menghadapi hari-hari yang semakin berat,” demikian Murad.  

Di sisi lain , melalui kegiatan Pasar Murah Bazar Waisak  juga diharapkan akan tercipta komunikasi, transaksi dan interaksi yang harmonis dalam menjalin rasa kebersamaan dan sepenanggungan. Dengan demikian akan mempererat tali persaudaraan sebagai Orang Maluku Basudara yang hakiki dan sejati.

Kebersamaan dalam tali persaudaraan yang tulus dan hakiki tersebut akan memberikan kontribusi yang besar bagi Pemerintah Daerah Maluku.

Lebih lanjut dia katakan, perjalanan spiritual yang dialami Sidharta Gautama tambah gubernur, syarat dengan nilai-nilai keteladanan, tekad yang kuat untuk meraih martabat dan kesempurnaan hidup, sikap yang tidak terbelenggu ego hawa nafsu, serta mengedepankan sinergi antara kecerdasan dan keluasan wawasan dengan keluhuran batin dan akhlak mulia.

“Nilai-nilai keteladanan Sang Buddha yang syarat makna itu tetap lestari dan relevan hingga saat ini, sekaligus menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah kering bagi umat Buddha,” katanya.

Dikatakan, ritual Trisuci Waisak yang dirayakan umat Buddha dimaksud untuk peringati tiga peristiwa penting dan sakral dalam agama Buddha, yaitu lahirnya Sidhartha Gautama, diperoleh kesadaran agung yang dicapai Sang Buddha, dan wafatnya Buddha Gautama.

Siklus kehidupan Sang Buddha inilah tambah Murad yang menjadi teladan bagi umat Buddha di seluruh dunia.

Ditambahkan, Hari Raya Waisak 2563 Tahun ini bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan 1440 H, oleh karena itu gubernur mengajak masyarakat khususnya yang beragama Buddha untuk bersama-sama jaga kerukunan antar umat beragama agar ketentraman dan kekeluargaan hidup tetap menjadi budaya di bumi Raja-Raja tercinta ini.

Kepala Disperindag Maluku, Drs. Elvis Pattiselano, Msi dalam laporannya mengatakan, pasar murah dilaksanakan guna mempermudah masyarakat yang berpenghasilan rendah dalam memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau.

Komoditi yang dijual diantaranya, Telur, Ayam, Mentega, Minyak Kelapa, Beras, Mie Instan, Terigu, Gula Pasir dan sejumlah kebutuhan lainnya.

“Bahan pokok yang dijual, ada yang harganya dibawah harga distributor, tetapi ada juga yang dijual dengan harga distributor, karena disubsidi oleh pemerintah daerah Maluku melalui APBD,” ungkap Pattiselano. (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *