Murad Ismail Yakin Jokowi Menang di Maluku

Ambon, Berita Demokrasi Maluk

Pengaruh Medsos Sangat kecil  Untuk Pemilih di Maluku

Ketua Tim Kerja  Daerah (TKD) Jokowi-Maruuf Amin Provinsi Maluku Irjen Pol Purnawirawan Murad Ismail yakin  Jokowi Maaruf akan menang di Maluku minimal   70% , karena pihaknya telah melakukan roadshow ke beberapa kabupaten/kota di Malaku, bertemu langsung para bupati.walikota juga mengecek perkembangan Tim Kerja  Daerah (TKD) kabupaten/kota termasuk  mengecek persiapan pemilu di 11 kabupaten/kota.

Sampai dengan   Selasa  (09/ 04/2019), Murad Ismail dan Tim sudah mendatangi  : Kab Seram  Bagian  Barat (SBB), Kab Buru Selatan, Kab Buru, Kota Ambon, Kab Kepulawan Tanimbar , Kota Tual, Kab Malra. Semua   bupati/walikota mengatakan, akan memenangkan Jokowi 80 %,.

Besok perjalanan akan dilanjutkan ke Maluku Barat Daya, sekembalinya dari sana akan juga mendatangi SBT dan Maluku Tengah, demikian Murad Ismail di sela-sela makan malam bersama Forkopimda Maluku, bupati/walikota se Maluku, para OPD lingkup pemerintah provinsi Maluku, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lain nya Selasa (09/04/2019) malam , dikediaman Murad Ismail Kawasan Poka Ambon Maluku.

Selain kekuatan itu, ada partai pendukung  yakni partai-partai yang punya suara cukup signifikan dalam pemilu lalu,  dan tentunya partai- partai ini akan bekerja merebut parlementaria thresshold sekaligus bekerja untuk kemenangan Jokowi Maaruf.

Sekalipun diakuinya para caleg  dan partainya lebih fokus bekerja  merebut suara untuk boleh masuk dalam 4 % parlementaria thresshold dan juga kemenangan pribadi mereka menjadi anggota legislatif .

Lebih jauh dia katakan, Selain jaringan partai,  pihaknya    memiliki jaringan relawan yang sudah bekerja untuk kemenangan Jokowi Maaruf.

Ketika ditanya pengaruh Medsos dimana, pemilih Muslim lebih cenderung memilih Prabowo dan pemilih Kristen lebih cenderung memilih Jokowi dia katakan, pengaruh Medsos sangat kecil di Maluku karena internet belum menjangkau seluruh kabupaten/kota sampai ke pelososk-pelosok desa, hanya di ibukota kabupaten, itupun kapasitasnya terbatas.  “Saya sudah turun langsung ke kabupaten-kabupaten jadi saya tahu persis keberadaan Medsos di kabupaten-kabupaten, “. Kalaupun ada pengaruh internet hanya di Kota Ambon saja,  tapi Kota Ambon merupakan basis PDI-Perjuangan,  ujarnya pula. (D-02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *