ML Minta Oknum Polisi Pelaku Kekerasan Di Hukum Setimpal

Ambon, Berita Demokrasi Maluku
NML Warga Ahuru Kota Ambon meminta kepada aparat penegak hukum (Polisi) di jajaran Polda Maluku untuk menghukum salah seorang anggotanya berinisial LA yang melakukan tindak kekerasan terhadap dirinya pada Januari 2019 lalu dihukum setimpal dengan perbuatannya.

Kepada Pers di Polda Maluku ML. mengatakan, dirinya baru saja di periksa oleh Bagian PPA Polda Maluku sejak pukul 12;00 Wit s/d 16.30 WIT Selasa (04/06/2019). dimana sejumlah pertanyaan diajukan kepadanya terkait kekerasan yang dilakukan LA.
Usai diperiksa di PPA ML diperiksa juga di Bagian Kode etik lantai II Polda Maluku.

“Saya sudah 2 (dua) kali diperiksa terkait kejadian ini, saya merasa laporan saya berjalan ditempat karenanya, saya melapor ke Kompolnas di Jakarta. Pemerikssan pertama pada bulan Maret 2019, ujar ML.

Selanjutnya ML mengatakan, kronologis kekerasan terhadap dirinya terjadi di desa Waiheru Kecamatan Baguala pada tanggal 18 Januari tahun 2019, ketika dia pergi ke rumah LA untuk meminta hutang. Pada Pukul 19:40 Wit saya ke rumah LA, setibanya di rumah LA saya mengucap salam dan dibalas oleh seorang perempuan yang diduga adalah pacar LA.

LA tak membalas salalm saya, namun Saya melihat LA yang sementara berdiri di ruang tengah sambil menonton televisi, saya masuk dan mengatakan,” belum bayar hutang sudah bawa perempuan.bayar hutang dolo, ” Sontak LA marah dan langsung memukul saya dengan tangan kanannya ke arah wajah, sambil mendorong saya.

Saya mengatakan lagi bayar hutang, LA kemudian mendorong sambil mencekik leher saya. Saya terdorong dan jatuh ke lantai, dimana diatas lantai itu ada bed cover. Saya kemudian meminta tolong, teman wanita LA namun teman wanitanya, lari masuk ke kamar sambil mengatakan, bukan urusan beta, silahkan kalian berdua selesaikan urusan kalian.

Ketika terjatuh dan hendak bangun, kepala saya terasa sangat sakit karena terkena lantai namun saya berupaya berdiri dan lari keluar rumah. LA mengatakan, jangan pergi, kita selesaikan masalah kita, namun saya tetap lari meninggalkan LA namun saya dikejar.
Ketika di belakang rumahnya hendak keluar, saya terkejar LA, saya kembali dipukul bahkan diancam namun saya meronta dan berhasil kabur meninggalkan LA.

LA masih terus mengejar saya, setibanya di lorong depan, saya melihat ada seseorang menelpon di rumahnya, saya kemudian berteriak minta tolong namun warga tersebut tak mendengar suara saya. Melihat dan Mendengardan saya berteriak lA berhenti mengejar saya.

Saya terus berlari ke arah jalan raya dan menumpang mobil Angkot, langsung menujSetibanya rumah komandannya.
Setibanya disana, saya ceritakan kronologis kejadian , istri komandannya mengantar saya ke SPKT untuk melapor perbuatan korban. Usai melapor saya diantar ke rumah sakit . Setibanya disana saya diperiksa kemudan dirawat selama beberapa hari di rumah sakit Polri Tantui. Sementara istrinya berkemas mengantar saya,komandannya menelpon pelaku (LA).

Selama beberapa hari dirumah sakit LA menemani dan menjaga saya hingga saya keluar dari rumah sakit, demikian ML.
Harapan saya masalah ini cepat diproses sesuai prosedure hukum yang berlaku dan LA dihukum setimpal dengan perbuatannya,pinta dia. (D-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *