Lab Kesehatan Pemprov Di Standarisasi

Ambon, Berta Demokrasi Maluku

Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku Kamis (22/11/2018) distandarisasi oleh tim standarisasi yang berasal dari  Departemen Kesehatan RI.

Acara pembukaan standarisasi dibuka oleh Halim Datish, SH mewakili Sekda Provinsi Maluku Hamin Bin Thahir.

Dalam sambutan Sekda  yang dibacakan oleh Staf ahli Bidang  Kemasyarakatan dan SDM dikatakan, standarisasi itu penting karena dengan memiliki lab yang stadart sesuai PP nomor 22 tahun 2017,  maka akan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Selama ini  kalau ada pasien ataupun pemeriksaan kesehatan bagi suatu instansi yang menghendaki Lab berstadart,  maka masyarakat akan lari ke prodia padahal pemerintah Maluku punya lab.

“Nah saya bersyukur karena saat ini sudah akan dilakukan standarisasi, bagi Labkes Maluku,  diharapkan standarisasi in, i akan berdampak positif,  selain peningkatan derajat kesehatan masyarakat  juga akan menambah PAD bagi daerah,  karena ketika lab itu sudah berstadart maka orang yang tadinya tak datang ke lab Pemprov akan ramai-ramai datang ke sana., demikian Datish

“Saya berterima kasih kepada tim yang dari Jakarta juga kepada jajaran labkes Maluku,  yang sudah berupaya sedemikian rupa hingga saat ini standarisasi sudah dapat dilaksanakan, “demikian Datis.

Pada kesempatan yang sama Dr. Kamal Ammiruddin Mars yang mewakili Ketua Tim  mengemukakan, pihaknya bersama 2 (dua) staf lainnya yakni Ketua Pa Dr. Imam, Budiwiryono  berasal dari Kementrian Kesehatan RI tapi juga mengajar di Universitas Diponegoro  Semarang, dr. Gesang Djokodiardjo yang berasal dari Balai Besar Kesehatan Surabaya  dan saya sendiri dari Kementrian.

Kebetulan saya yang paling muda,  saya diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk membawakan sambutan.

Dalam sambutannya dia katakan, penting standarisasi dilakukan karena apapun yang berkaitan dengan penyakit pasti akan menunggu hasil analisa lab.

Karena tanpa analisa lab terhadap penyakit seorang pasien,  maka dia tak dapat melakukan analisa, demikian Kamal.

Menurut, undang-undang nomor 22 tahun 2017, dalam pelayanan kesehatan maka harus digunakan standart pelayanan minimal didalamnya harus menggunakan lab yang berstandart  minimal, demikian Kamal.

“Saya berterima kasih karena hari ini,  saya boleh lagi kembali ke Ambon untuk melakukan tugas mulia ini”.

“Saya sudah beberapa kali datang ke sini dan saya telah jalan sampai dengan daerah terjauh Maluku Barat Daya (MBD)”. “Nah hari ini saya ada lagi sebagai wujud  upaya bersama saya dan teman-teman selama ini dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, “demikian Kamal. (D-02)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *